Merauke, Suryapapua.com– Rapat kerja (Raker) Dewan Pastoral Paroki Santa Theresia Buti-Merauke selama sehari penuh berlangsung di pendopo gereja Sabtu (14/02/2026) dari pukul 09.00 pagi WIIT hingga pukul 19.00 WIT (malam).
Rapat kerja guna membahas usulan program selama tahun 2026 tersebut, diikuti pengurus masing-masing bidang DPP, ketua-ketua dari enam lingkungan, dua stasi (Yobar dan Payum) juga satu komunitas basis (Kombas) dalam wilayah Paroki Santa Theresia Buti.
Dalam raker dimaksud, masing-masing ketua dan atau pengurus diberikan kesempatan memaparkan program kerja, sekaligus didiskusikan bersama untuk nantinya ditetapkan dalam agenda kerja tahun 2026.
Pelaksanaan Raker DPP Paroki Santa Theresia Buti, dibuka secara resmi oleh Sekretaris Keuskupan Agung Merauke, Pastor Yohanes Kandam.

Ketua DPP Paroki Santa Theresia Buti, Isak Layaan dalam sambutannya mengatakan, berdasarkan pengamatan pastoral serta refleksi bersama, terdapat sejumlah persoalan dihadapi.
Sejumlah persoalan itu diantaranya, belum maksimalnya partisipasi umat dalam perayaan ekaristi maupun kegiatan gerejani, sikap malas dan acuh terhadap kegiatan menggerejani.
Selain itu, keterbatasan pendidikan maupun kesehatan hingga berdampak terhadap berbagai persoalan seperti keterbelakangan serta lemahnya kesadaran iman.
Lalu ancaman perkembangan dunia modern seperti individualisme, konsumerisme, sekularisme serta pengaruh media yang tak terkontrol.
Juga lemahnya kesadaran bahwa menjadi Katolik berarti bertumbuh secara rohani maupun jasmani.

Adapun tujuan raker, menurut Isak tidak lain meningkatkan kesadaran umat akan pentingnya hidup menggereja, mengatasi sikap malas dan pasif umat untuk program pastoral yang kontekstual.
Mendorong peningkatan pendidikan iman, pengetahuan umum maupun kesehatan.
Hal lainnya yakni menyiapkan umat menghadapi tantangan dunia modern secara kritis serta beriman.
Terakhir, memperkuat peran umat asli Papua sebagai subyek gereja, bukan obyek pastoral.
Anak Tangga Pertama
Pastor Paroki Santa Theresia Buti, Simon Petrus Matruty dalam kesempatan itu mengatakan, raker yang digelar adalah anak tangga pertama menuju anak tangga terakhir.
Jadi, lanjut Pastor Sipe, tujuan yang ingin dicapai dari raker yakni Gereja Paroki Santa Theresia Buti yang baik serta mandiri.
“Terimakasih untuk kita semua yang datang hari ini. Saya berharap kesatuan kita terus dirawat serta dijaga baik,” pintanya.
Kegiatan raker yang berlangsung satu hari penuh ini, didukung Dewan Pastoral Paroki Santa Theresia Buti, bukan pemerintah atau pihak ketiga.

“Olehnya, saya pantas menyampaikan bahwa dengan kekuatan dewan pastoral, kita kuat dalam banyak hal,” jelasnya.
“Hari ini kita buat rapat kerja dengan mandiri. Ini bukti bahwa Paroki Santa Theresia Buti mulai mandiri, tidak tergantung kepada siapapun,” katanya.
Bagi Pastor Sipe, hal dimaksud adalah awal yang baik bagi umat untuk terus berjalan dengan konsep kemandirian.
Dari raker, demikian Pastor Sipe, bisa menghasillkan hal- hal riil untuk dijalankan dan atau dilaksanakan.
Luar Biasa
Sekretaris Keuskupan Agung Merauke, Yohanes Kandam mengaku sangat bangga sekaligus memberikan apresiasi sungguh-sungguh untuk Paroki Santa Theresia Buti, karena memulai start dengan rapat kerja tahun 2026.
“Paroki Santa Theresia Buti memberikan contoh memulai raker duluan, sekaligus sebagai contoh kepada paroki lain dalam Kevikepan Merauke,” katanya.
Selain itu, meniru bagaimana menjalankan strategi pastoral berdasarkan thema Keuskupan Merauke yang akan diolah untuk dijadikan program kerja.
“Saya senang hari ini berada di Gereja Santa Theresia Buti untuk membuka raker,” jelasnya.
“ Luar biasa. Saya datang kesini karena mendukung terlaksanananya program tahunan dari Keuskupan Agung Merauke,” tandasnya.

Mewakili Bupati Merauke, Yoseph Bladib Gebze, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Merauke, Romanus Kande Kahol mengungkapkan, antara pemerintah bersama gereja (DPP Paroki Santa Theresia Buti) bisa saling kerjasama serta berjalan berdampingan.
Dengan begitu, umat di Buti bisa terbantu dari berbagai aspek seperti kesehatan, iman maupun ekonominya.
“Silahkan dibahas bersama dalam raker apa saja yang menjadi program kerja DPP Paroki Santa Theresia Buti selama tahun 2026,” katanya.
Jika ada program kerja yang perlu mendapat perhatian pemerintah, silahkan disiapkkan sekaligus dilaporkan secara tertulis.
Dan, pintanya, apabila berkaitan dengan hal-hal menyangkut pendidikan, dapat langsung dilaporkan—disampaikan kepada dirinya.
Penulis : Frans Kobun
Editor : Frans Kobun










