oleh

Program Jemput Bola Disdukcapil Merauke, 111 e-KTP dan 65 KK Diterima Napi dan Tahanan Lapas

Merauke, Suryapapua.com– Salah satu program yang tengah digencarkan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan di 179 kampung, 11 kelurahan, 22 distrik adalah menerapkan dan atau melaksanakan sistem jemput bola.

Dimana para petugas Disdukcapil dengan membawa peralatan melakukan perekaman e-KTP maupun dokumen kependudukan lain di tempat kepada masyarakat.

Dua pekan lalu, petugas menyambangi Lembaga Pemasyarakat (Lapas) Merauke melakukan perekamanan selama kurang lebih tiga hari. Itu dikarenakan banyak nara pidana maupun tahanan belum memiliki e-KTP, kartu keluarga dan lain-lain.

Proses perekamanan tak mengalami kendala dan berjalan baik-lancar. Hingga akhirnya tadi pagi Senin (14/11),  dokumen kependudukan ratusan napi  maupun tahanan itu, diserahkan secara langsung oleh Wakil Bupati Merauke, H. Riduwan didampingi langsung Kepala Disdukcapil Merauke, Yustina Regina Kanisopa.

Wabup Merauke, H. Riduwan dalam sambutannya mengatakan, penyerahan seratusan identitas kependudukan warga binaan di Lapas, merupakan program jemput bola yang dijalankan Disdukcapil setempat.

Wabup Merauke, H. Riduwan berikan arahan kepada perwakilan napi dan tahanan – Surya Papua/Frans Kobun
Wabup Merauke, H. Riduwan berikan arahan kepada perwakilan napi dan tahanan – Surya Papua/Frans Kobun

“Ya, sekaligus sebagai upaya pemerintah menjamin kelengkapan administrasi setiap orang, termasuk warga binaan di Lapas Merauke,” ujarnya.

Setiap orang, lanjut Wabup, wajib memiliki e-KTP serta data kependudukan lain. “Saya minta seluruh masyarakat harus mengurus. Karena ketika ada suatu urusan termasuk bepergian ke luar Merauke, yang diminta adalah e-KTP,” katanya.

Selain itu, juga urusan menyangkut bantuan sosial baik dari pemerintah pusat maupun daerah. Semua harus melampirkan e-KTP dan kartu keluarga. Sepanjang itu tak ada, petugas-pun tidak melayani.

“Kenapa Disdukcapil getol melaksanakan sistem jemput bola hingga kampung-kampung, karena kesadaran warga mengurus e-KTP dan lain-lain masih rendah,” ungkapnya.

Memang, jelas Wabup, apapun alasan, wajib hukumnya setiap orang memiliki e-KTP dan lain-lain. Karena sangat penting ketika ada urusan mendesak, termasuk saat anak akan sekolah.

Dikatakan, dari laporan yang diterima, banyak warga binaan belum memiliki e-KTP. “Nah, langkah awal telah dilakukan. Jadi kedepan kalau belum, segera melaporkan  agar petugas Disdukcapil datang melakukan perekaman,” pintanya.

“Kita tahu bersama bahwa yang menghuni Lapas, tidak hanya orang Merauke tetapi juga dari kabupaten lain seperti Boven Digoel, Mappi, Asmat bahkan Jayapura,” katanya.

Untuk penyerahan e-KTP dan kartu keluarga hari ini, warga binaan yang menerima dari Merauke 63 orang, Mappi 22, Asmat 12 dan Boven Digoel dua orang  serta Jayapura satu  penerima.

“Saya harapkan agar identitas kependudukan yang telah diterima dijaga dan disimpan baik, sekaligus dimanfaatkan ketika ada urusan penting,” ujarnya.

Kepala Disdukcapil Merauke, Yustina Regina Kanisopa sedang memberikan sambutan – Surya Papua/Frans Kobun
Kepala Disdukcapil Merauke, Yustina Regina Kanisopa sedang memberikan sambutan – Surya Papua/Frans Kobun

Kepala Disdukcapil Merauke, Yustina Regina Kanisopa mengungkapkan, penyerahan identitas kependudukan berupa e-KTP dan kartu keluarga, setelah petugas melakukan perekaman selama beberapa hari di Lapas.

Dulunya,  demikian Kanisopa, petugas hanya menunggu di kantor  melakukan pelayanan. Tetapi sekarang harus bergerak dari satu kampung ke kampung lain, melakukan perekaman dengan membawa peralatan.

“Jadi, kami turun jemput bola di lapangan, tidak harus berdiam diri dan atau menunggu di kantor. Ini adalah program yang  telah direncanakan dan terus berjalan secara kontinyu dari waktu ke waktu,” jelasnya.

Sehubungan perekaman terhadap warga binaan,  atas permohonan dari Kalapas Merauke, lantaran banyak sekali belum memiliki e-KTP maupun kartu keluarga.

“Kami meresponi dengan cepat melakukan perekaman dan akhirnya diproses sekaligus dicetak dan hari ini diserahkan secara langsung kepada yang berhak,” katanya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kalapas Merauke, Bekti menjelaskan, jumlah warga binaan hingga sekarang  mencapai kurang lebih 300 orang.  Dari jumlah tersebut, banyak  belum memiliki identitas kependudukan.

Setelah bersurat ke Disdukcapil beberapa bulan lalu, diresponi cepat. “Bagi kami, program jemput bola adalah suatu hal yang sangat luar biasa,” ungkapnya.

Lalu sangat membantu warga binaan di Lapas Merauke yang bisa mendapatkan e-KTP. Tentu dengan identitas yang didapatkan, mereka dapat menggunakan untuk urusan penting lain termasuk mengikuti pesta demokrasi seperti pemilihan presiden, gubernur, bupati maupun DPRD nanti.

“Mewakili Kalapas Merauke, kami menyampaikan terimakasih banyak dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Pemkab Merauke, terutama Disdukcapil yang membantu warga binaan disini melakukan perekaman hingga pencetakan e-KTP serta kartu keluarga sekaligus penyerahan hari ini,” ujarnya.

Penulis : Frans Kobun

Editor   : Frans Kobun

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *