Asmat, suryapapua.com– Peresmian rumah adat jew di Kampung Syuru, Distrik Agats, Kabupaten Asmat Sabtu (01/08/2026), dihadiri Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo bersama forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda).
“Betul, kami datang menghadiri undangan dari para kepala kampung dan tetua adat untuk pesta jew baru,” ungkap Gubernur Safanpo.
Semula, lanjut Gubernur Safanpo, pelaksanaan pesta jew tanggal 25 Juli 2026 setelah berkoordinasi dengan Bupati Asmat, Thomas Eppe Safanpo.
Hanya saja, karena kesibukan lain, sehingga pesta jew baru dilaksanakan hari ini.
“Saya bersama rombongan hadir sekaligus berpartisipasi melihat upacara adat yang dilakukan suku Asmat—lebih khusus lagi Kampung Syuru,” jelasnya.
Dalam upacara tersebut, hadir empat kampung lain sekaligus berpartisipasi dalam pesta adat dimaksud.
Keempat kampung itu antara lain Syuru, Asyet, Kaye dan Fayit.
Untuk diketahui, rumah jew atau dikenal sebagai rumah bujang merupakan salah satu rumah adat berasal dari suku Asmat, Provinsi Papua Selatan.
Rumah jew memiliki beberapa nama lain seperti je, jeu, yeu atau yai yang merupakan rumah panggung berbentuk persegi panjang— terbuat dari kayu dan dinding beserta atapnya daun pohon sagu atau pohon nipah yang telah dianyam.
Hal unik terdapat dalam rumah jew adalah sama sekali tidak menggunakan paku, melainkan menggunakan akar rotan sebagai penghubung.
Rumah jew di Kampung Syuru- Agats disebut rumah bujang lantaran menjadi tempat berkumpulnya laki-laki yang belum berkeluarga atau yang masih berstatus bujang.
Anak-anak dibawah umur 10 tahun maupun wanita tidak diperbolehkan masuk kedalam rumah jew.
Rumah itu juga dikenal sebagai pusat budaya. Dimana para tetua berkumpul dan tempat pembuatan kerajinan tangan khas Asmat.
Penulis : Frans Kobun
Editor : Frans Kobun









