oleh

Pemilik Tanaman Ganja Diduga Siswa SMAN I Merauke, Kepsek : ‘Saya Belum Tahu’

Merauke, Suryapapua.com– Tanaman ganja yang  diamankan Polres Merauke dari  tangan YS (16) tahun yang ditanam di halaman  belakang rumahnya di jalan Marthadinata, diduga adalah siswa  Sekolah Menengah Atas  Negeri (SMAN) I Merauke.

Menanggapi itu, Kepala Sekolah SMAN I Merauke, Sergius Womsiwor kepada Surya Papua Selasa (8/2) mengaku, pihaknya belum mengetahui secara pasti dan jelas, baik dari kepolisian maupun orangtua YS.

“Saya tidak tahu. Karena itu bukan dilakukan di lingkungan sekolah, tetapi di luar. Apakah benar dia menanam atau tidak, saya belum bisa pastikan. Lalu apakah benar dia siswa kami, hingga sekarang saya belum  dapat kabar,” tegasnya.

Pohon ganja yang diamankan Polres Merauke di rumahnya YS – Surya Papua/Yulianus Bwariat
Pohon ganja yang diamankan Polres Merauke di rumahnya YS – Surya Papua/Yulianus Bwariat

Namun demikian, jelas Sergius, jika terbukti itu adalah siswa SMAN I Merauke, tentu akan diberikan sanksi. Sekaligus edukasi agar kedepan tidak terjerumus ke masalah serupa.

Dikatakan, sekolah adalah lembaga pendidikan. Bukan lembaga peradilan. Sehingga ketika anak dirudung kasus, diberikan sanksi, tetapi akan diberikan juga suport kepadanya kiat dalam menghadapi  suatu masalah. Karena proses pendidikan tidak hanya berlangsung di dalam lingkugan sekolah, tetapi  juga di keluarga serta masyarakat.

Baginya, factor lingkungan dan pergaulan bebas, dapat menjadi salah satu alasan yang menyebabkan anak terjerumus ke hal  negatif. Jadi, peran dan fungsi lembaga pendidikan  tentu akan berjalan dengan  terus mengarahkan dan mendampingi anak sekaligus memberikan nasehat  dan motivasi.

Sergius mengaku, pihaknya belum belum bisa mengambil langkah berupa sanksi, mengingat YS sudah ditangani aparat kepolisian dan tentu proses hukum akan berjalan dengan sendirinya.

“Bagaimana kita mau skors bersangkutan, sementara sudah diamankan kepolisian untuk proses hukum selanjutnya. Ya pasti ada pendampingan  serta support kepada bersangkutan,” ungkapnya.

Penulis : Yulianus Bwariat

Editor   : Frans Kobun

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *