Pecahkan Rekor! Di Gereja Santa Theresia Buti-Merauke, 8 Orang dari Protestan Resmi Masuk Gereja Katolik, Dua Lagi Dewasa Dipermandikan

Laporan Utama318 views

Merauke, Suryapapua.com– Jika dibandingkan dengan perayaan misa pada Minggu sebelum-sebelumnya di Gereja Santa Theresia Buti-Merauke, jumlah yang berasal dari Protestan masuk Gereja Katolik hanya berkisar antara 1-3 orang.

Berbeda pada perayaan misa pada Minggu (07/06/2026) di Gereja Santa Theresia Buti.

Dimana, sebanyak delapan orang (laki-laki maupun perempuan) yang sebelumnya adalah dari Protestan, memilih masuk di Gereja Katolik yang Satu, Kudus dan Apostolik.

Kedelapan orang itu yakni Efrata Naomi Mahuze, Cecilia Yuliana Kumajas, Selvina Alfonsia Mahuze, Alfonsia Stefani Rumabatu, Tamariska Zakharias, Hendrikus Busuma, Jesika Lakburlawal serta Silvia Ike Gebze.

Lalu dua orang dewasa ikut di permandikan dalam perayaan misa  juga diantaranya Felisitas Fedia Wahyuna Resially dan Klara Susanti Kaize.

Dengan delapan dan dua dipermandikan, maka jumlah yang resmi bergabung atau masuk di Gereja Katolik 10 orang.

Pantauan suryapapua.com,  tampak  mereka mengenakan baju berwarna putih sambil memegang lilin di tangan.

Sebelumnya, satu persatu dibacakan nama, sekaligus maju ke depan altar dan mengikuti tata cara upacara penerimaan— dipandu langsung Pastor Simon Petrus Matruty yang memimpin perayaan misa.

Dalam kesempatan tersebut, beberapa pertanyaan diajukan Pastor Matruty untuk dijawab diantaranya, apakah saudara dan saudari dengan hati jujur  menerima dalam Gereja Katolik? Lalu dijawab serentak,” Ya kami dengan hati jujur.”

Selanjutnya ditanyakan, “Bersediakah saudara/i untuk dengan tekun dan setia mengikuti Kristus Putra Allah yang menjadi manusia bagi kita,” Ya kami bersedia.”

Apakah sudara/i bersedia melaksanakan segala perintah Tuhan teristimewa perintah cinta kasih kepada Allah dan kepada sesama? “Ya saya bersedia.”

Berniatkah saudara akan hidup sebagai orang Katolik sejati dan mengabdi dengan setia dalam Gereja katolik? “Ya kami berjanji.”

Penulis : Frans Kobun

Editor   : Frans Kobun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *