Merauke, Suryapapua.com– Bupati Merauke, Yoseph Bladib Gebze Rabu (18/03/2026), melakukan peletakan batu pertama pembangunan 100 unit rumah subsidi pemerintah yang beralamat di area Cikombong, Jalan Tujuh Wali-Wali atau sebelum ke Rumah Sakit Bunda Pengharapan.
Pembangunan perumahan type 36M2– konstruksi permanen dengan luas bangunan 36 M2 itu, tanpa uang muka atau down payment (DP).
Demikian disampaikan Developer Pembangunan Perumahan, Irna Sulistiyanti dalam laporannya saat peletakan batu pertama yang dihadiri Bupati Merauke, Yoseph Bladib Gebze, Pimpinan BNI serta sejumlah pejabat dari lingkungan pemerintah setempat.
Menurutnya, pembangunan perumahan tanpa uang muka tersebut, dilakukan secara bertahap. Dimana dari 100 unit, tahap pertama dibangun 39 rumah dan sisanya diselesaikan tahap kedua.
“Kami berharap dengan adanya rumah subsidi pemerintah, dapat membantu meringankan masyarakat di Kabupaten Merauke agar memiliki bangunan dengan angsuran rendah,” ungkapnya.
Dia menyampaikan terimakasih kepada Bupati Merauke, Yoseph Bladib Gebze yang sudah memberikan dukungan kepada pihaknya sebagai developer dalam membangun perumahan bersubsidi.
“Saya ingin memberikan apresiasi kepada bapak bupati jika berkenan perumahan dimaksuud akan saya namai perumahan YBG (Yoseph Bladib Gebze),” katanya.
Ditambahkannya, kehadiran Pimpinan BNI Cabang Merauke dalam peletakan pertama pembangunan perumahan dimaksud, karena sebagai pihak pembiaya.
Kemitraan yang Baik
Sementara Bupati Merauke, Yoseph Bladib Gebze dalam sambutannya menjelaskan, yang namanya sandang, pangan dan papan adalah kebutuhan sangat mendasar.
Jika dulu orang hanya bermukim—tinggal di sepanjang Jalan Raya Mandala, sekarang sudah tidak ada lagi ruang kosong untuk membangun lantaran adanya perumahan, perkantoran, toko-toko dan lain-lain.
“Kita bersyukur, karena hari ini berada disini dan merupakan suatu kebahagiaan serta kebanggaan warga Merauke, karena ada saudara kita (developer) melakukan suatu perubahan besar membangun rumah 100 unit untuk ditempati warga tanpa menyetor uang muka,” ungkapnya.
“Memang harus memulai dengan adanya tempat baru agar dikonsentrasikan untuk pemukiman,” tandasnya.
Lebih lanjut Bupati Bladib Gebze mengaku, dalam 10-15 tahun mendatang, kota ini akan padat merayap setelah melihat dinamika pembangunan sekarang.
Olehnya, pembangunan pemukiman warga harus diarahkan ke wilayah-wilayah yang masih luas lahan-nya.
“Betul bahwa ada program Prsiden Prabowo untuk 3 juta rumah yang sedianya dibangun di seluruh Indonesia, namun tentu tidak cukup. Sehingga pemerintah butuh kemitraan bersama pihak pengembang yang bisa menghadirkan perumahan layak huni bagi warga seperti sekarang,” jelasnya.
Bagi Bupati Bladib Gebze, Ini kemitraan baik antara pemerintah, pengembang serta pihak perbankan dalam hal Bank BNI yang memberikan dukungan pembangunan perumahan direalisasikan.
“Saya juga mendengar akan dibangun lagi 100 unit rumah di wilayah Kuprik. Mudah-Mudahan bisa segera direalisasikan,” katanya.
Penulis : Frans Kobun
Editor : Frans Kobun






