Misa Perutusan Keluarga Besar Lamaholot-Merauke Bersama Pastor Simon Sabon

Laporan Utama191 views

Merauke, Suryapapua.com– Keluarga besar Lamaholot, salah satu tungku Flobamora  di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan melaksanakan misa perutusan bersama Pastor Simon Sabon setelah kurang lebih lima tahun, menjalankan tugas pelayanan kepada umat di Paroki Sota.

Misa perutusan yang berlangsung Senin (02/03/2026) di salah satu rumah milik sesepuh Lamaholot tersebut, sekaligus perpisahan dengan Pastor Simon—Rohaniawan Katolik asal Flores Timur (Lamaholot), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) itu.

Perayaan misa dipimpin langsung Pastor Simon Sabon (konselebran utama) didampingi empat pastor yakni  Pastor Aloysius Kelbulan, Pastor Gergorius Guntur, Pastor Yanto Logo serta Pastor Vitalis.

Untuk diketahui, Pastor Simon Sabon akan pindah tugas pelayanan  ke salah satu paroki di wilayah Keuskupan Jayapura.

Lima pastor yang memimpin perayaan misa bersama keluarga besar Lamaholot- Merauke – Surya Papua/Frans Kobun
Lima pastor yang memimpin perayaan misa bersama keluarga besar Lamaholot- Merauke – Surya Papua/Frans Kobun

Pribadi Rendah Hati

Dakam khotbahnya, Pastor Yanto Logo mengatakan,  sosok Pastor Simon Sabon adalah pribadi yang sangat rendah hati dan ingin melayani.

“Apa adanya disampaikan dan atau diutarakan Pastor Simon Sabon, itu yang saya ketahui selama beberapa bulan melayani umat di wilayah Paroki Sota,” ungkapnya.

Pastor Simon juga adalah pribadi sangat mencintai alam. “Dulu di halaman, hanya bangunan gereja. Namun begitu beliau bertugas lima tahun di paroki tersebut, halaman ditanami bunga-bunga dan lain sebagainya,” jelas Pastor Logo.

Pastor Yanto Logo- Surya Papua/Frans Kobun
Pastor Yanto Logo- Surya Papua/Frans Kobun

Selain itu, Pastor Simon selalu dan terus berdialog-berkomunikasi bersama siapaun di sekelilingnya. Tidak hanya  bersama umat beragama Katolik, tetapi juga dengan non Katolik

Sehingga tidak menherankan ketika sosok Pastor Simon diingat serta dikenal luas masyarakat Sota dan sekitarnya.

“Bagi saya, dialog yang dihidupkan Pastor Simon adalah dialog rendah hati,” ujarnya.

“Jadi, kita sangat bersyukur akan kehadiran Pastor Simon yang selama lima tahun bersama umat termasuk masyarakat dari Tungku Lamaholot,” katanya.

Terimakasih Keluarga Lamaholot

Sementara itu, Pastor Simon Sabon mengungkapkan, ia akan pindah dan bertugas untuk pelayanan kepada umat di salah satu paroki di Keuskupan Jayapura.

“Pengganti saya yakni Pastor Pastor Gergorius Guntur juga sudah tiba di Merauke dan akan bertugas di wilayah Paroki Sota,” jelasnya.

“Sebenarnya saya belum pindah, namun  Pater Provinsial serta Uskup Jayapura meminta, sehingga harus saya laksanakan. Ya begitulah misionaris. Kita diutus dan kemana saja, siap menjalankan tugas pelayanan,” katanya.

Pastor Simon Sabon – Surya Papua/Frans Kobun
Pastor Simon Sabon – Surya Papua/Frans Kobun

Lebih lanjut Pastor Simon mengatakan, saat pelayanan pertama di Paroki Sota terutama di pastoran tidak ada alat dapur.

Beberapa saat kemudian, peralatan datang dan itu semua adalah sumbangan dari Keluarga Besar Lamaholot.

“Sampai sekarang, semua peralatan masih baik dan digunakan di pastoran,” tandasnya.

“Terimakasih banyak untuk keluarga Lamaholot yang mempunyai andil besar  dengan memulai suatu karya pelayanan bagi  kami para pastor di Sota,” katanya.

Pastor Simon mengakui hubungan serta relasi bersama keluarga besar Lamaholot selama lima tahun, sangat baik dan  tetap berkomitmen kepada benih iman yang ditanamkan.

Bantu ‘Alakadarnya’

Foto bersama pastor bersama pengurus arisan Keluarga Lahamolot usai memberikan sumbangan – Surya Papua/Frans Kobun
Foto bersama pastor bersama pengurus arisan Keluarga Lahamolot usai memberikan sumbangan – Surya Papua/Frans Kobun

Dalam kesempatan tersebut, usai perayaan misa perutusan, Keluarga Arisan Lembata memberikan sedikit sumbangan uang-dana kepada Pastor Simon Sabon.

Bantuan dana dimaksud, diserahkan secara langsung oleh Ketua Arisan Lembata, Paulus Sina Lewokume didampingi sejumlah pengurus.

“Sedikit bantuan yang diberikan kepada Pastor Simon adalah dari iuran arisan Keluarga Lembata selama ini,” ungkap Sina tanpa menyebutkan nominal dana diberikan.

“Nilainya tidak seberapa, tetapi ini adalah sumbangan dari anggota kami di Kelompok Arisan Lembata,” katanya.

Tentunya dengan sedikit dana yang diberikan kepada Pastor Simon, dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan terutama pelayanan kepada umat di paroki baru dalam wilayah Keuskupan Jayapura.

Sangat Dekat

Ketua Kerukunan Keluarga Lamaholot Merauke, Paulus Peka Hayon – Surya Papua/Frans Kobun
Ketua Kerukunan Keluarga Lamaholot Merauke, Paulus Peka Hayon – Surya Papua/Frans Kobun

Ketua Kerukunan Lamaholot, Kabupaten  Merauke, Paulus Peka Hayon mengaku sudah lama bersama dengan Pastor Simon Sabon, namun sekarang pindah atas perintah atasan, sehingga harus dijalankan.

“Memang Pastor Simon bersama keluarga kami Lamaholot sangat dekat, sama juga dengan Pastor Anselmus Amo,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Peka Hayon menyampaikan satu moment penting  saat bersama  keluarga Lamaholot  dan Pastor Simon.

“Ketika kami rapat bahas bantuan untuk bencana meletusnya Gunung Leewotobi, sedang  dicari  jalan untuk bagaimana uang dikirim agar tidak tercecer, namun harus sampai di para korban,” jelasnya.

Saat sedang melakukan pembahasan, Pastor Simon menyampaikan uang senilai Rp 64 juta dari hasil penggalangan dana selama empat hari pemuda Lamaholot bersama mahasiswa Unmus dari jurusan akuntasi di sejumklah titik, akan dibawanya secara langsung.

“Kami sangat terbantu karena Pastor Simon langsung membawa dana puluhan juta itu sekaligus menyerahkan kepada para korban gunung meletus,” katanya.

Diakhir sambutannya, Peka Hayon menyampaikan banyak terimakasih kepada Pastor Simon yang sudah terlibat dalam kegiatan termasuk membangun kebersamaan dengan Keluarga  Lamaholot.

“Kami juga memohon maaf apabila selama kebersamaan  di Merauke, ada tutur kata atau sikap yang mungkin kurang berkenan membuat pastor merasa tidak enak,” ujarnya.

Penulis : Frans Kobun

Editor   : Frans Kobun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *