Ketika Umat di Kombas Dahuda Dengan Khusyuk Menyambut Hadirnya Sakramen Maha Kudus

Laporan Utama157 views

Merauke, suryapapua.com– Sabtu (18/07/2026) menjadi moment penting bagi ratusan umat di Komunitas Basis (Kombas) Dahuda, Paroki Santa Theresia Buti-Merauke.

Betapa tidak, dalam moment itu,  selain perayaan misa bersama umat, dilanjutkan perarakan Sakramen Maha Kudus oleh Pastor Simon Petrus Matruty (Pastor Paroki Santa Theresia Buti) dari rumah ke rumah.

Dalam perarakan tersebut juga, Pastor Matruty selain didampingi pengurus dewan pastoral paroki (DPP), para misdinar, juga Pemuda Buti Bangkit (PBB) dibawah kendali langsung Leonardus Ndiken.

Peran dan tanggungjawab Leonardus Ndiken bersama  anggotanya sangat besar.

Dimana mengawal secara langsung perjalanan Sakramen Maha Kudus dari satu rumah ke rumah umat.

Selain itu, turut membantu mengarahkan umat lain agar bersama-sama Pastor Matruty yang membawa Sakramen  Maha Kudus mengunjungi rumah umat yang menjadi sasaran tujuan.

Sementara suasana perarakan berjalan baik dan lancar. Pastor Matruty sambil membawa Sakramen Maha Kudus, keluar masuk dari satu rumah ke rumah lain sekaligus berdoa.

Berbagai kresibukan di luar ditinggalkan hari ini. Semua umat stand-bay di rumah menanti kedatangan Sakramen Maha Kudus.

Tampak umat dengan sangat khusyuk menerima kehadiran Sakramen Maha Kudus di rumah-nya masing-masing.

Sambil berlutut dan menunduk, mereka menerima Sakramen Maha Kudus, sekaligus didoakan oleh Pastor Matruty.

Sebelumnya, Pastor Simon Petrus Matruty mengungkapkan, perarakan Sakramen Maha Kudus itu sendiri tidak lain agar umat merasa diberkati, disayangi dan dicintai Tuhan Yesus Kristus.

“Dengan merasa dicintai serta diampuni Tuhan Yesus, umat diharapkan bisa tumbuh iman-nya,” pinta Pastor Sipe.

Iman yang tumbuh itu dapat dilihat dalam peningkatan partisipasi umat  melalui kehidupan menggereja serta tanggungjawab.

Lebih lanjut Pastor Sipe mengatakan,  ada dua moment—makna dari perarakan Sakramen Maha Kudus, diantaranya umat dapat meningkatkan rasa tanggungjawab membangun gereja fisik melalui kolekte.

Selain itu, merasa sebagai bagian gereja universal. Jadi  ada dana mandiri wajib diberikan yang merupakan wujud tanggungjawab serta peningkatan iman.

Penulis : Frans Kobun

Editor   : Frans Kobun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *