oleh

Ketika Ratusan Anak Bevak Pintar Merajut Kebersamaan

Merauke, Suryapapua.com-Aula Archelaus Sai itu penuh sesak. Deretan kursi dari depan hingga belakang, ditempati. Kurang lebih 700-an anak yang bernaung di bawah Bevak Pintar, bentukan Bruder Yohanes Kedang, MTB berkumpul.

Hajatan perdana yang menarik perhatian berbagai kalangan itu, dikemas  dalam perayaan Paskah bersama. Satu hal unik lagi, Bevak Pintar adalah kumpulan anak-anak yang umumnya adalah orang asli Papua (OAP).

Perayaan Paskah bersama, ditandai misa yang dipimpin lima selebran (pastor) mulai pukul 09.00 WIT. Ratusan anak dengan didampingi volunter masing-masing, mengikuti dengan tenang jalannya misa hingga selesai.

Usai perayaan misa, beragam mata acara dilaksanakan, diantaranya penampilan anak-anak dari setiap Bevak Pintar  untuk menyanyi, membaca puisi dan lain-lain ditunjukkan.

Tanpa rasa kikuk, takut maupun malu, mereka naik ke atas podium. Tampil  percaya diri. Itulah yang ditunjukkan. Suasana dalam ruangan menggema dengan tepuk tangan  dari berbagai kalangan yang hadir, termasuk Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Merauke, Ny. Imelda Carolina Mbaraka.

Anak-anak yang  Bevak Pintar yang menari sekaligus membawa persembahan – Surya Papua/Frans Kobun
Anak-anak yang Bevak Pintar yang menari sekaligus membawa persembahan – Surya Papua/Frans Kobun

Penggagas sekaligus Pendiri Bevak Pintar, Yohanes Kedang, MTB saat ditemui Surya Papua Sabtu (31/4) mengatakan, makna kegiatan Paskah bersama, tidak lain menyatukan seluruh anak Papua yang tersebar di sepuluh Bevak Pintar, baik dalam wilayah kota maupun di beberapa kampung pinggiran.

“Kami ingin membagi sukacita dalam Paskah bersama. Melalui  perayaan ini, sekiranya anak-anak bisa bangkit dengan sumber daya manusia (SDM)-nya di bidang  pendidikan di Bevak Pintar agar lebih baik, maju dan berpikir demi masa depannya,” kata Bruder kelahiran Kampung Lamalera, Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) itu.

Untuk jumlah Bevak Pintar sebanyak 10 yakni  Bevak Pintar Santa Elisabeth (induk),  Bevak Pintar Bunda Hati Kudus Jati-Jati, Bevak Pintar St. Stefanus Lepro, Bevak Pintar Yohanes Pembaptis Bokem, Bevak Pintar Stasi Payum, Bevak Pintar Singgau.

Selain itu, Bevak Pintar Santa Theresia Buti, Bevak Pintar St. Fransiskus Asisi Tambat, Bevak Pintar Santa Clara Ugu dan Bevak Pintar St. Dominikus Sermayam Satu.

Sedangkan jumlah volunter atau pendamping 20 orang. Jumlah tersebut, masih kurang untuk tugas pendampingan bersama anak-anak  di Bevak Pintar selama kegiatan belajar mengajar berlangsung.

Dikatakan, dalam semunggu, kegiatan belajar mengajar mulai dari membaca, menulis, berhitung serta pendidikan iman Kekatolikan diberikan kepada setiap anak.

“Memang dalam seminggu satu kali tatap muka, tetapi ada Bevak Pintar proses belajar mengajarnya  bisa berjalan antara dua sampai tiga kali,” ungkapnya.

Lima Pastor yang memimpin perayaan Paskah bersama Bevak Pintar – Surya Papua/Frans Kobun
Lima Pastor yang memimpin perayaan Paskah bersama Bevak Pintar – Surya Papua/Frans Kobun

Bruder Yohanes mengharapkan melalui Bevak Pintar, anak-anak bisa mengerti tentang pendidikan. Juga memberikan motivasi serta semangat kepada orangtua bahwa pendidikan adalah jalan satu satunya merubah kehidupan serta masa depan.

“Itu  paling penting dan terutama iman Kekatolikan tetap tertanam dalam hati mereka dan terus tumbuh dan berkembang menjadi anak  baik di tanahnya sendiri,” katanya.

Ditambahkan, anak-anak di masing-masing Bevak Pintar yang mengikuti proses belajar mengajar berkisar di atas 50-an orang. Lalu semuanya adalah orang asli Papua (OAP).

“Kami melakukan pendataan dan yang ikut dalam kelompok Bevak Pintar adalah anak-anak putus sekolah maupun masih aktif mengikuti proses belajar mengajar secara formal,” jelasnya.

Penulis : Frans Kobun

Editor   : Frans Kobun

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *