IKM Merauke Terbentuk, Isaak Laiyan: ‘Itu Gabungan Kampung-Kampung di Wilayah Tanimbar Selatan’

Ragam106 views

Merauke, Suryapapua.com– Kepengurusan Ikatan Keluarga Mitak (IKM) Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan periode 2026-2030  resmi terbentuk yang ‘dinahkodai’ Isaak Laiyan.

Kepengurusan ditandai pengukuhan serta pelantikan yang didahului misa  di Gereja santa Theresia Buti dipimpin Pastor Simon Petrus Matruty yang juga Penasehat IKM Merauke.

Saat ditemui suryapapua.com Minggu (18/01/2026), Ketua IKM Merauke, Isaak Laiyan mengungkapkan, pengukuhan serta pelantikan kepengurusan IKM yang berlangsung Jumat 16 Januari 2026, merupakan salah satu pilar dari Himpunan Keluarga Tanimbar (HKT).

“Struktur kepengurusan IKM Merauke sudah jelas dengan bidang masing-masing termasuk Ketua Dewan Penasehat, Seferinus Fenanlampir yang telah dilantik serta dikukuhkan di Gereja Santa Theresia Buti,” ungkapnya.

Paguyuban Mitak, demikian Isaak, bukan sekedar asal nama, tetapi mencerminkan keberadaan organisasi yang ada di Tanimbar.

“Jadi  IKM Merauke adalah gabungan kampung-kampung di wilayah Tanimbar Selatan yang merupakan sebuah kekerabatan,” jelasnya.

Lebih lanjut dikatakan, oleh karena jumlah kepala keluarga dari  setiap kampung  di Wilayah Selatan Tanimbar yang hidup serta melakukan aktivitas di Kabupaten Merauke sedikit, sehingga dirangkul melalui wadah Ikatan Keluarga Mitak.

Ketua Himpunan Keluarga Tanimbar (HKT) Kabupaten Merauke, Theo Fatruan sedang menandatangani SK kepengurusan IKM – Surya Papua/IST
Ketua Himpunan Keluarga Tanimbar (HKT) Kabupaten Merauke, Theo Fatruan sedang menandatangani SK kepengurusan IKM – Surya Papua/IST

Dengan mengusung tema ‘Mitak Miranawai,’ prosesi pelantikan dihadiri pula perwakilan Pejabat Provinsi Papua Selatan serta Kabupaten Merauke.

“Terimakasih banyak untuk kehadiran pejabat provinsi serta kabupaten dalam proses pelantikan serta pengukuhan, sekaligus menerima kami (IKM Merauke;red) sebagai pilar dari kerukunan ini,” katanya.

Selain hadir masyarakat Tanimbar Selatan, juga dua pendeta yang nota bene adalah bagian dari kepengurusan Mitak.

“Ya, wilayah –wilayah Kampung Mitak ada Katolik dan Protestan, tetapi kami satu dusun atau orang disini menyebut hak ulayat. Selama ini orang Tanimbar menyebut ‘Siatana,’ namun lebih familiarnya dikatakan  dusun yang sangat luas,” tandasnya.

Sedangkan jumlah IKM di Kabupaten Merauke, Isaak mengaku, lebih dari 150 kepala keluarga.

Ditambahkannya, terbentuknya wadah dimaksud, karena kedepan Tanimbar akan dibangun blok migas terbesar dunia.

Dengan demikian,  tentunya IKM Merauke mempunyai kepentingan disana pula.

Dimana, jelasnya, akan ikut berkontribusi kepada warga di Tanimbar Selatan melalui buah pikiran, juga langkah strategis sekaligus kolaborasi bersama.

Penulis : Frans Kobun

Editor   : Frans Kobun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *