Paskah Bersama 800-an Anak Didik Bevak Pintar, Bruder Yohanes Kedang: ‘Dominan Anak Papua’

Laporan Utama117 views

Merauke, Suryapapua.com-Boleh dibilang sudah menjadi tradisi. Betapa tidak, dalam setiap tahun—masih dalam suasana Paskah, Bevak Pintar yang digagas dan atau didirikan Yohanes Kedang-Kilok (seorang rohaniawan Katolik) bersama para pengurus, melaksanakan Paskah bersama.

Paskah bersama itu, sekaligus menghadirkan ratusan anak-anak yang dibimbing sekaligus didampingi Bevak Pintar yang tersebar di dalam kota, pinggiran hingga beberapa kampung terjauh.

Semuanya berkumpul di kota bersama para pendamping (bunda-nya) guna mengikuti Paskah bersama.

Untuk tahun ini, Paskah bersama dilangsungkan di GOR Hiad Sai Sabtu (18/04/2026) dengan dihadiri kurang lebi 800-an anak Bevak Pintar dari berbagai penjuru entah dalam kota maupun pinggiran.

Pelaksanaan Paskah bersama didahului perayaan yang dipimpin Pastor Vitalis, SVD didampingi Pastor Rony, SVD serta Pastor Arbert, SVD.

Hadir dalam perayaan Paskah bersama, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Merauke, Ny. Nova Gebze, Ketua BP3OKP Papua Selatan, Yoseph Yolmen, para biarawati, pejabat di lingkungan pemerintah provinsi maupun kabupaten.

Pendiri—Penggagas Bevak Pintar Kabupaten Merauke, Yohanes Kedang-Kilok, MTB dalam sambutannya mengatakan, hadirnya Bevak Pintar berawal pada tahun  2017 silam ketika ia melaksanakan kegiatan pelayanan pastoral kepada orang asli Papua termasuk anak-anak di berbagai tempat.

“Saat bertemu anak-anak, yang terjadi adalah mereka tak bisa baca-tulis hingga tidak bisa berdoa. Dari keprihatinan itu, maka lahirlah Bevak Pintar,” jelas Rohaniawan Katolik asal Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) itu.

Dalam perjalanan, lanjut Bruder Johny (panggilan akrabnya;red), sampai sekarang terdapat 19 Bevak Pintar tersebar dalam kota, pinggiran dan paling jauh di Kumbe, Jagebob  serta Sota.

Dari laporan para pendamping di masing-masing Bevak Pintar, banyak anak  berasal dari sekolah formal, ada juga putus sekolah hingga anak-anak  belum sekolah  yang terus didampingi.

“Lalu rata rata data yang kami terima, mereka sudah SMP dan siap melanjutkan pendidikan  ke SMA, juga dari SD ke SMP  dengan jumlah sangat banyak,” ujarnya.

Data terakhir sesuai laporan 19 Bevak Pintar yang tersebar, sebanyak 800-an anak didampingi serta dibimbing secara kontinyu.

“Satu hal menjadi keprihatinan kami pengurus adalah bagaimana menyelamatkan anak-anak yang umumnya adalah anak asli Papua. Karena fakta di lapangan, ketika mereka sudah selesai di Bevak Pintar setelah tamat SMP dan kembali  ke rumah, masih ada  membuat keributan di lingkungan,” katanya.

Lahan Dua Hektar Disiapkan

Bruder Yohanes Kedang, MTB sedang berikan sambutan pada Paskah Bersama tadi pagi – Surya Papua/Frans Kobun

Bruder Yohanes Kedang, MTB sedang berikan sambutan pada Paskah Bersama tadi pagi – Surya Papua/Frans Kobun

Lebih lanjut Bruder Johny mengaku, pada Desember 2025 silam, Tuhan memberikan rahmat kepada Bevak Pintar dengan mendapatkan tanah seluas dua hektar secara gratis di Jalan Cikombong.

Tanah dimaksud sesuai konsep  Bevak Pintar yakni akan  didirikan asrama putra dan putri agar dapat mendidik anak-anak lebih baik.

“Kami  terus berusaha  mencari jalan. Semoga ada hati dari Pemerintah Provinsi Papua Selatan maupun Pemkab Merauke membantu dukungan anggaran guna pembangunan Asrama Bevak Pintar,” pintanya.

Sesuai rencana,  tahun ini atau tahun depan, Bevak Pintar sudah memiliki asrama putra-putri, sekaligus dapat mendidik anak-anak Papua.

Selama ini, jelas dia, pembinaan dan karakter di Bevak Pintar kepada anak-anak sudah berjalan.

“Ya, ketika enam tahun anak-anak di asrama, saya yakin karakter mereka akan berubah.  Karena saya juga mantan pembina asrama di Kalimantan dan datang disini-pun sempat menjadi pembina Asrama KPG Khas Papua-Merauke,” katanya.

“Jadi ini menjadi  misi besar kami menyelamatkan anak-anak asli Papua,” tandasnya.

Bruder Johny menambahkan, dari belasan Bevak pintar, pihaknya tidak membedakan soal agama.

“Ada juga  anak-anak dari agama Islam dan Protestan belajar di Bevak Pintar. Tujuan kami hanya satu yakni mencerdaskan mereka agar bisa mendapat pendidikan layak serta makan bergizi gratis yang sudah berjalan sejak tahun 2017 silam,” tegasnya.

Selama ini, anak-anak di Bevak Pintar usai  belajar, mendapatkan makanan gratis—disiapkan para pendamping.

“Kenapa anak-anak harus makan, karena dari pengalaman, saat mereka datang belajar di Bevak Pintar, ada belum makan dan dalam keadaan lapar,” katanya.

Penulis : Frans Kobun

Editor   : Frans Kobun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *