Merauke, Suryapapua.com– Uskup Agung Merauke, Mgr. Petrus Canisius Mandagi, MSC mengingatkan kepada orang asli Papua (OAP) agar tidak menjual tanah serta merusak hutan.
Penegasan tersebut disampaikan Uskup Mandagi saat memimpin perayaan misa di Gereja Santa Theresia Buti Minggu (23/11/2025) bertepatan dengan penerimaan sakramen krisma.
Selain tanah maupun hutan jangan dirusak, juga habitan di dalam seperti kasuari, cenderawasih dan satwa lain terus dijaga.
“Kita harus percaya kepada Kristus, lalu hidup dengan baik dan benar. Jangan kita berteriak pertahankan tanah, namun kita penjahat di dunia,” kritiknya.
Lebih lanjut Uskup Mandagi menjelaskan, tanah maupun hutan itu penting, namun lebih penting adalah Kristus yang mengajarkan kebaikan, keadilan, kebenaran serta pengampunan.
“DIA mengajarkan kita tidak kikir—harus membagi serta setia kepada janji perkawinan,” ujarnya.
Uskup Mandagi kembali menegaskan, tanah serta hutan perlu dijaga dan tidak dirusakan. Lebih dari itu— paling penting adalah kalau ingin masuk firdaus, harus hidup seperti Kristus.
“Janganlah berterikan kiri-kanan melakukan pembelaan, namun kita sendiri rusak,” ungkapnya.
Papua, menurut Uskup Mandagi, akan berkembang apabila orang Papua hidup baik, benar terdidik dan disegani. Jika hidup tak baik dan teriak- teriak, orang akan bilang selamat tinggal.
“Ya, harus diakui bahwa untuk menjadi orang baik, tidaklah gampang,” tandas Uskup Mandagi.
Penulis : Frans Kobun
Editor : Frans Kobun






