Ulasan Ringan dari Raker DPP Santa Theresia Buti-Merauke, Oretan Jurnalis Surya Papua.com

Laporan Utama374 views

DERETAN meja dan kursi-kursi menghiasi area pendopo Gereja Santa Theresia Buti-Merauke.

Itulah pemandangan yang terlihat disela-sela kegiatan rapat kerja (Raker) Dewan Pastoral Paroki (DPP) Santa Theresia Buti-Merauke yang berlangsung Sabtu 14 Pebruari 2026.

Pelaksanaan Raker dibuka secara langsung oleh Sekretaris Keuskupan Agung Merauke, Pastor Yohanes Kandam.

Usai pembukaan— rehat sejenak untuk ‘ngopi’ sambil Isak Layaan (Ketua DPP Santa Theresia Buti) dan Krispinus Palobo (Sekretaris) menyiapkan segala sesuatu untuk pemaparan program kerja.

Pemaparan program kerja tahun 2026, dilakukan  masing-masing ketua bidang, enam lingkungan, dua stasi serta kombas dalam wilayah Paroki Santa Theresia Buti.

Setiap koordinator atau ketua, diberikan durasi waktu 10 menit mempresentasikan programnya, termasuk estimasi anggaran yang dibutuhkan selama setahun.

Lalu dilempar ke forum  agar disanggah dan atau ditanggapi. Sekaligus diresponi Isak Layaan  bersama Pastor Paroki Santa Theresia Buti, Simon Petrus Matruty.

Suasana diskusi-pun sangat hidup. Betapa tidak, ‘hujan’ kritik maupun masukan—usul saran mewarnai pemaparan program kerja masing-masing bidang.

Inilah program kerja dari salah satu lingkungan yang dipaparkan dalam raker – Surya Papua/Frans Kobun
Inilah program kerja dari salah satu lingkungan yang dipaparkan dalam raker – Surya Papua/Frans Kobun

Meski begitu, Pastor Sipe sebagai ‘eksekutor’ akhir, dapat memberikan solusi serta pandangan dari berbagai masukan yang diutarakan peserta Raker yang jumlahnya mencapai puluhan orang.

Bahwa ‘silang pendapat’ wajar dalam suatu kegiatan. Namun pada akhirnya mengerucut kepada suatu kesepakatan untuk dijalankan dan atau dilaksanakan.

Tak dapat dipungkiri  kalau selama Raker berlangsung sehari  penuh dari pukul 09.00 WIT hingga 19.00 WIT (jam 7 malam), suasana sangat hidup dengan diskusi.

Meski begitu, tetap mengedepankan yang namanya kebersamaan serta kekeluargaan. Itulah prinsip  yang dipegang di DPP Santa Theresia Buti.

“Wajar ketika ada perbedaan pendapat atau pandangan, termasuk pemikiran kritis maupun usul saran dari peserta. Itulah dinamika,” ungkap Krispinus Palobo, Sekretaris DPP Paroki Santa Theresia Buti.

Isak Layaan, Ketua DPP Santa Theresia Buti dalam kesempatan tersebut menyampaikan berbagai program kerja maupun uneg-uneg yang disampaikan pengurus, termasuk di masing-masing lingkungan maupun stasi serta kombas adalah realita—fakta.

“Nah, semua usulan maupun program kerja yang disampaikan, tentu akan dijalankan atau di eksekusi selama tahun 2026,” jelasnya.

Pastor Paroki Santa Theresia Buti, Simon Petrus Matruty menyampaikan terimakasih kepada para pengurus DPP hingga lingkungan-lingkungan serta stasi yang sehari suntuk duduk dari pagi hingga malam membahas berbagai program kerja, sekaligus didiskusikan  bersama.

“Saya bangga dengan kekompakan dan kebersamaan semuanya yang rela meninggalkan tugas maupun pekerjaan lain guna mengikuti Raker DPP Santa Theresia Buti,” ungkapnya memuji.

Semua program yang disampaikan maupun usulan dari forum selama Raker berlangsung adalah baik adanya demi kemajuan Paroki Santa Theresia Buti. (Frans Kobun)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *