Merauke, Suryapapua.com– Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo mengungkapkan, banyak kendala—keterbatasan dalam pembangunan pelayanan kesehatan.
Hal itu disampaikan Gubernur Safanpo saat penandatanganan kerjasama dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terkait jejaring layanan pengampuan prioritas antara rumah sakit pengampu nasional dan regional jejaringan layanan prioritas, kemarin siang.
Papua Selatan, menurutnya, baru memiliki delapan rumah sakit dan 85 pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) yang tersebar di empat kabupaten (Merauke, Boven Digoel, Mappi serta Asmat).
Sementara jumlah masyarakat di Papua Selatan (empat kabupaten) sampai hari ini sebanyak 570 ribu orang.
Sejauh ini masih terdapat kendala dalam pelayanan kesehatan diantaranya sarana prasarana, fasilitas maupun sumber daya manusia (SDM).
Diakuinya juga, hingga sekarang, belum ada rumah sakit provinsi—masih terpikirkan.
Namun demikian, Pemprov Papua Selatan terus berupaya memenuhi kekurangan-kekurangan.
“Olehnya, kami mohon dukungan dari Pak Menteri Kesehatan (Menkes) yang diwakili Direktur Pelayanan Medis,” pintanya.
“Kita sangat bersyukur dengan adanya program ini, karena akan membantu meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat di Papua Selatan,” ujarnya.
Penandatanganan MoU itu terkait program layanan prioritas nasional bersama Pemprov Papua Selatan dengan rumah sakit pengampu nasional, rumah sakit pengampu regional
Lalu jejaring layanan kanker, jantung stroke, uro-nefrologi, kesehatan ibu dan anak, gastro-hepatologi, TB-respirator, diabetes, penyakit infeksi emerging, kesehatan jiwa dan mata.
Penulis : Frans Kobun
Editor : Frans Kobun







