Romanus Mbaraka: ‘Jangan Pernah Berhenti Membangun Rumah Tuhan’

Laporan Utama300 views

Merauke, Suryapapua.com– Tokoh Umat yang juga Mantan Bupati Merauke dua periode, Romanus Mbaraka mengakui kalau bangunan Gereja Santa Maria Fatima Kelapa Lima dirubahnya ketika disodorkan panitia.

Bangunan gereja yang disodorkan saat itu, mengikuti model lama seperti kuba.

“Jadi, arsitektur luarnya saya rubah. Saya  jadikan arsitektur Eropa agar betul-betul gerea karismatik. Dimana orang lihat dari luar, betul- betul tunduk dan takut ada Tuhan Yesus di dalam gereja,” ungkap Romanus Mbaraka dalam sambutannya Senin (06/04/2026).

Dikatakan juga, semua dinding bangunan gereja direkomendasikan ulang, termasik plafon-nya.

Lalu batu alam digunakan agar saat dibersihkan umat, tidak susah dan lekukan di dalam tak terlalu banyak.

“Tuhan Yesus bernubuat bahwa hari ini Uskup Agung Merauke, Mgr. Petrus Canisius Mandahi, MSC meresmikan bangunan gereja ini,” ujarnya.

“Semoga di sengsara dan kebangkitan Yesus, gereja terus menjadi sumber kebangkitan iman kita Tuhan Yesus. Jangan pernah berhenti membangun Rumah Tuhan dan jangan pernah berhenti melayani sesama,” pintanya.

Lebih lanjut Romanus mengatakan, dulu Kelapa Lima rawan dan orang tidak berpikir akan ada bangunan gereja mewah berdiri kokoh disini sekarang.

“Silahkan cek bangunan gereja di Merauke, tidak ada seperti Gereja Kelapa Lima, tetapi ketika ke Eropa, baru lihat ada bangunan seperti begini. Gereja ini  sama seperti di Batu Merah, kampung saya yang diresmikan Bapak Uskup Mandagi beberapa tahun silam,” katanya.

Romanus kembali berceritera  saat hendak membangun Gereja Kelapa Lima, sempat covid-19 dan tak  ada uang.

“Panitia datang melapor dan menyerahkan proposal. Saya langsung bilang, silahkan mulai dijalankan meskipun dana di kas pemerintah menipis,” jelasnya.

Untuk menannggulanginya, Romanus meminjam uang dari Bank Papua Rp200 milyar  agar perputaran di tengah rakyat, sekaligus dianggarkan pembangunan Gereja Santa Maria Fatima Kelapa Lima.

“Memang kalau bangun gereja, pasti banyak masalah dihadapi,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Romanus juga membagi pengalaman setelah melakukan wisata rohani ke belasan negara bersama isterinya setahun silam.

“Saya ingin bersaksi bahwa ketika tak terpilih jadi Gubernur Papua Selatan, saya boleh datang ke Israel, Nasareth, Galilea, Betlehem, Yerusalem, Kanaan serta sejumlah negara lain di Eropa dan mendapatkan hikmah besar disana,” katanya.

“Lalu saya  bersama isteri juga jalan di Tahun Yubelium—25 tahun ke Vatikan,” ujarnya.

Jadi, lanjut Romanus, banggalah menjadi orang Katolik. Karena Yudas yang menyangkal Yesus sebelum gantung diri, Tuhan Yesus bilang tempatmu dalam kerajaan surga.

Begitu juga Petrus yang merupakan kesayangannya, menyangkal dan mengampuni dosanya.

Sedangkan Longginus ketika  menikam lambung Yesus dijadikan sebagai martir.

Penulis : Frans Kobun

Editor   : Frans Kobun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *