Pelukan yang Sarat Akan Sejuta Makna! Oretan Jurnalis Surya Papua.com

Laporan Utama544 views

ROMANUS Mbaraka menjadi ‘magnet.’ Betapa tidak, kedatangannya untuk menghadiri peresmian Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Merauke menjadi perhatian.

Perhatian datang dari berbagai arah—entah tamu undangan, wakil rakyat hingga pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merauke.

Mengapa Romanus Mbaraka menjadi sasaran perhatian? Karena setelah masa jabatan sebagai Bupati Merauke berakhir tahun 2025, ia memilih ‘hilang’ dari hiruk pikuk dunia pemerintahan, politik dan lain sebagainya.

Dia (Romanus;red), cendrung menghabiskan waktu bersama keluarga serta mengurus sawahnya seluas 25 hektar di Kampung Sarsang, Distrik Semangga serta sejumlah usaha lain.

Dengan demikian, praktis waktu bersua dan atau tampil di publik selama setahun terakhir, tidak dilakukan.

Olehnya, ketika sekali tampil dan atau muncul, sudah pasti ‘dilirik’ ratusan pasang mata.

Itu dapat terlihat saat Romanus Mbaraka, Bupati Merauke dua periode menghadiri peresmian Kantor DPRD Merauke yang beralamat di Jalan Brawijaya Sabtu 14/02/2026).

Suatu pemandangan unik dan menarik tatkala kedatangan Romanus Mbaraka.

Selain berjabatan tangan dengan sejumlah pejabat, termasuk Sekretaris Daerah (Sekda) Merauke, Yeremias Paulus Ndiken, pelukan hangat tak terhindarkan.

Sekda Yeremias begitu erat merangkul—memeluk Romanus Mbaraka hingga menjadi perhatian pejabat di sekitar termasuk Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Merauke.

Pelukan yang tak biasanya— itu fakta. Adakah makna tersirat dan tersurat dari pelukan? Tentu yang mengetahui adalah Tuhan dan Sekda Yeremias sendiri.

Tetapi menjadi suatu catatan bahwa jasa besar seorang Romanus Mbaraka kepada Yeremias Paulus Ndiken tak akan pernah dilupakan.

Satu diantaranya yakni harkat dan martabat orang Malind diangkat Romanus (saat masih menjabat bupati) yakni memuluskan, sekaligus melantik Yeremias Paulus Ndiken menjadi Sekda Merauke.

Itu sejarah yang ditorehkan dan tak pernah akan dilupakan Yeremias Paulus Ndiken bersama keluarganya sampai kapanpun.

Kembali soal sejarah pembangunan Kantor DPRD Merauke. Tidak dapat dipungkiri bahwa bangunan nan megah berdiri kokoh itu adalah satu dari sekian ‘bekas’ tangan hasil karya  Romanus Mbaraka ketika menjabat sebagai Bupati Merauke.

Jadi, sangatlah wajar ketika Romanus Mbaraka—anak kampung dari Pulau Terapung Kimaam menghadiri sekaligus menyaksikan   secara langsung peresmian. (Frans Kobun)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *