Opening Konvenda VIII Pembaruan Karismatik Katolik se-Regio Papua, Gubernur Safanpo: Peserta Diingatkan Perkuat Iman

Laporan Utama391 views

Merauke, suryapapua.com–  Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo menghadiri opening ceremony Konvensi Daerah (Konvenda) VIII Pembaruan Karismatik Katolik (PKK) Se-Regio Papua di Swiss belhotel, semalam.

Selain dihadiri Gubernur Safanpo, juga Uskup Agung Merauke, Mgr. Petrus Canisius Mandagi, MSC, Ketua Majelis Rakyat papua Selatan, Damianus Katayu,  Ketua DPR Papsel, Heribertus Silubun, Bupati Merauke, Yoseph Bladib Gebze, forum komunikasi piminan daerah (Forkopimda) serta tamu undangan lain.

Konvenda tersebut mengusung tema “Menjadi Sahabat Yesus Dalam Keberagaman.”

Pertemuan dimaksud menjadi forum para pemimpin (leader) ‘PKK’ dari lima keuskupan di Tanah Papua yakni Keuskupan Agats, Keuskupan Manokwari-Sorong, Keuskupan Timika, Keuskupan Jayapura serta Keuskupan Agung Merauke.

Sedianya Konvenda akan berlangsung selama empat hari dari 17-20 September 2026.

Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo dalam sambutannya mengajak seluruh peserta terutama generasi muda agar memanfaatkan waktu kehidupan dengan melakukan hal-hal yang membawa kebaikan bagi sesama.

Kehidupan manusia, demikian Gubernur Safanpo,  memiliki batas waktu. Karena itu, tidak ada manfaatnya jika kehidupan singkat diisi rasa dendam, iri hat maupun dengki.

Kepada seluruh peserta diminta menjadikan momentum Konvenda sebagai kesempatan memperkuat iman, membangun persaudaraan serta memberikan pelayanan terbaik kepada Tuhan dan sesama.

‘PKK,’  lanjut Gubernur Safanpo, merupakan salah satu gerakan pembaruan rohani dalam Gereja Katolik yang mendorong umat semakin mengalami kasih Allah, membangun relasi pribadi dengan Yesus Kristus serta membuka diri terhadap karya dan bimbingan Roh Kudus.

Melalui Badan Pelayanan Keuskupan ‘PKK,’ gerakan ini menjadi wadah koordinasi, pembinaan serta pendampingan bagi komunitas-komunitas di tingkat keuskupan agar pelayanan kepada umat dapat berkembang secara terarah.

Konvenda VIII  juga sebagai forum pembinaan para leader yang terdiri dari para imam, biarawan-biarawati dan awam.

Juga bertujuan menjabarkan hasil Konvenas XV di Yogyakarta, menentukan Koordinator Regio Papua, menghimpun masukan dari persekutuan doa di seluruh Papua terkait arah pembinaan umat ke depan serta memperkenalkan Gerakan ‘PKK” kepada umat.

Selain itu, menjadi momentum perayaan iman sekaligus memperkuat persaudaraan umat Katolik dalam keberagaman di Tanah Papua.

Penulis : Frans Kobun

Editor   : Frans Kobun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *