oleh

Merauke Jadi Salah Satu Tempat Yang Akan Dikunjungi Peserta G20

Merauke, Suryapapua.com– Kabupaten Merauke akan menjadi salah satu tempat yang  dikunjungi peserta G 20, forum kerjasama multilateral yang terdiri dari 19 negara serta satu kawasan ekonomi yakni Uni Eropa.

Untuk diketahui,  sidang G20 akan dilaksanakan Oktober-November 2022 mendatang dengan agenda membahas sekaligus mempresentasikan lebih dari 60 persen populasi bumi,  75 persen perdagangan global serta 80 persen PDB dunia.

Negara-negara yang mengikuti sidang G20  diantaranya Afrika Selatan, Amerika Serikat, Arab Saudi, Argentina, Australia, Brasil, India, Indonesia, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kanada, Meksiko, Republik Korea, Rusia, Perancis, Tiongkok, Turki serta Uni Eropa.

Bupati Merauke, Romanus Mbaraka kepada sejumlah wartawan di kediamannya Sabtu (19/3) menjelaskan, Merauke dipastikan menjadi tempat dikunjungi peserta G20. Tujuan kedatangan peserta kesini dari berbagai negara itu, tidak lain untuk investasi.

“Memang saya lebih mengarahkan ke bidang perikanan. Sehingga dalam waktu dekat juga, saya akan melakukan presentase tentang potensi perikanan di Jakarta baik di laut, sungai serta darat terlebih dahulu,” ungkapnya.

Dikatakan, setelah sidang G20, peserta sedianya ke Kabupaten Merauke dengan mengguakan pesawat jet pribadi, sekaligus melihat  langsung potensi perikanan di Selatan Papua, khususnya di laut Arafura.

Ditambahkan, kedatangan peserta dari puluhan negara  itu, telah dikonfirmasikan  kepada dirinya.

“Kenapa saya lebih tonjolkan perikanan, karena potensi di Kabupaten Merauke sangat besar dan hingga sekarang belum dikelola dengan managemen industri,” ujarnya.

Selama ini, jelasnya, pengelolaan perikaan masih dengan managemen manual. Contohnya, orang menangkap ikan, semata-mata mengambil gelembungnya. Lalu badan ikan dibuang.

“Juga tangkapan hanya sedikit lalu dibekukan dan dikirim keluar.  Nah, kita mau harus industri, kalau boleh dari hilir- hulur serta  pengelolaannya-pun  tepat,” ujarnya.

Penulis : Yulianus Bwariat

Editor   :  Frans Kobun

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *