Meninggalnya Adriana Mahuze, Bupati Merauke : ‘Saya Akan Evaluasi Rumah Sakit’

Laporan Utama765 views

Merauke, Suryapapua.com– Bupati Merauke, Romanus Mbaraka menegaskan, pihakya segera melakukan evaluasi terhadap tiga rumah sakit yag ada yakni RS Angkatan Laut (AL) Lantamal XI, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) serta RS Bunda Pengharapan.

Evaluasi itu, menyusul meninggalnya Adriana Mahuze, anak Marind-Papua, siswi kelas III SDN Merauke Jumat (25/2) malam, setelah  diduga tak ada pertolongan pertama oleh tenaga medis di RS AL saat dihantar keluarganya.

Hal itu disampaikan Bupati Mbaraka saat ditemui Surya Papua di kantor bupati Senin (28/2) malam.  “Saya  akan segera melakukan evaluasi  kembali terhadap tiga rumah sakit besar itu,” tegasnya.

Dikatakan, pimpinan tiga rumah sakit, akan dikumpulkan sekaligus dilakukan evaluasi. Tentunya dengan kasus meninggalnya Adriana Mahuze, menjadi evaluasi bersama, agar kedepan pelayanan kepada rakyat kecil lebih baik.

Bupati Mbaraka mengakui telah mendengar keterangan secara langsung dari kedua belah pihak, baik keluarga almarhumah maupun rumah sakit.

“Setelah kejadian malam, paginya  perwakilan keluarga Adriana datang ke rumah dan mennyampaikan apa yang mereka alami saat menghantar almahrumah ke RS AL Lantamal XI, dimana  diduga ditolak dan tak dilayani,” ujar bupati.

Sementara dari RS AL, jelas Bupati Mbaraka, memberikan penjelasan kalau tak ada dokter spesialis anak. “Nah, persoalan ini  harus dipahami dengan bijak kedua belah pihak,” pintanya.

Namun demikian, menurut bupati, mestinya pihak rumah sakit (tenaga kesehatan) yang bertugas malam itu, perlu melakukan penanganan terlebih dahulu terhadap pasien Adriana Mahuze.

“Betul bahwa  sudah ada langkah petugas medis melakukan pengecekan awal, namun sebenarnya perlu penanganan mengingat  kondisi pasien (Adriana;red) sedang sakit berat,” katanya.

“Pertama rumah sakit harus care atau punya rasa peduli terhadap pasien. Berikutnya, rakyat juga  demikian. Artinya  bahwa pasien yang hendak dihantar, jangan sampai sudah dalam keadaan sakit berat atau kritis. Lalu  dalam perjalanan meninggal dunia sebelum tiba rumah sakit,” katanya.

Ditanya jika dari pengakuan keluarga kalau Adriana Mahuze meninggal dunia di atas mobil pikap sebelum ditangani tenaga kesehatan di RSUD Merauke, Bupati Mbaraka mengaku belum tahu. “Nanti saya tanyakan kepada direktur secara langsung,” ungkapnya.

Ditambahkan, setelah keluarga datang pagi ke rumah, siangnya ada staf datang ke rumah duka memberikan sedikit bantuan kepada keluarga.

Penulis :Yulianus Bwariat

Editor   : Frans Kobun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *