Kongres Nasional PMKRI Dipusatkan di Ruteng-Manggarai, NTT! Pengurus, Panitia dan Peserta Diterima Secara Adat

Laporan Utama135 views

Ruteng, suryapapua.com– Penyelenggaraan Kongres XXXIV dan  Majelis Permusyawaratan Anggota (MPA)  XXXIII PMKRI Sanctus Thomas Aquinas, dipusatkan di Kota Ruteng, Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sementara itu, kedatangan pengurus pusat, panitia maupun peserta dari berbagai daerah di Indonesia, disambut meriah sekaligus diterima secara adat—budaya Manggarai.

Proses penyambutan, selain oleh masyarakat setempat, juga Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai.

Bupati Manggarai, Herybertus G L Nabit dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Manggarai sebagai tuan rumah penyelenggaraan Kongres Nasional PMKRI.

Bupati Nabit menyemangati seluruh kader agar tetap memiliki optimisme dan cita-cita besar dalam mengabdi kepada gereja maupun bangsa.

“Jangan berkecil hati. Kita mulai semuanya dari kecil dan sederhana–tidak apa-apa. Tetap ingat bahwa mimpi kita itu mimpi besar untuk Gereja Katolik dan Indonesia. Jalani semua dengan lapang hati,” pintanya.

Lebih lanjut Bupati Nabit mengungkapkan, Pemkab Manggarai mendukung penuh penyelenggaraan Kongres XXXIV dan MPA XXXIII PMKRI dengan didasari pada tiga alasan utama.

PMKRI, jelasnya,  merupakan salah satu representasi penting Gereja Katolik di tingkat nasional, sehingga penyelenggaraan kongres perlu didukung agar berlangsung bermartabat dan memberi manfaat bagi organisasi maupun masyarakat.

Jati Diri

Sementara itu, Ketua PP PMKRI Periode 2024-2026, Susana Florika Marianti Kandaimu merespon penyambutan dengan memberi makna bahwa budaya adalah jati diri.

“Maknanya adalah merawat budaya merupakan akar segala bangsa,” kata Kandaimu, perempuan cerdas dari Kabupaten Mappi, Provinsi Papua Selatan itu.

Kandaimu mengajak seluruh masyarakat Indonesia agar tetap merawat budaya masing-masing daerah.

“Manggarai menjadi salah satu daerah di Indonesia yang kental dengan budaya dan tradisi, ” katanya dan menambahkan, budayaku— jati diriku.

Lebih lanjut Kandaimu menegaskan, PMKRI merupakan ruang kaderisasi yang sah dan strategis untuk melahirkan pemimpin-pemimpin muda berintegritas, berjiwa nasionalis serta memiliki keberpihakan kepada masyarakat.

Untuk diketahui,  Kongres XXXIV  dan MPA XXXIII PMKRI Sanctus Thomas Aquinas resmi dibuka di Aula Assumpta, Kota Ruteng-Manggarai  Senin 20 Juli 2026.

Forum tertinggi organisasi tersebut mencatat sejarah baru karena untuk pertama kalinya sejak PMKRI berdiri 79 tahun lalu, kongres diselenggarakan di Kota Ruteng.

Lalu prosesi pembukaan berlangsung khidmat diawali menyanyikan Lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Hymne PMKRI.

Kurang lebih 300 delegasi dari berbagai cabang PMKRI di seluruh Indonesia hadir mengikuti pembukaan kongres yang akan menentukan arah kepemimpinan dan kebijakan organisasi periode mendatang.

Pembukaan kongres ditandai  pemukulan gong oleh Bupati Manggarai sebagai simbol dimulainya secara resmi seluruh rangkaian persidangan.

Moment Bersejarah

Ketua PMKRI Cabang Ruteng Sanctus Agustinus, Margaretha Kartika meminta agar Kongres XXXIV dan MPA XXXIII harus menjadi ruang dialektika yang sehat, produktif dan visioner.

Penunjukan Ruteng sebagai tuan rumah, demikian Margaretha,   juga menjadi momentum bersejarah yang menjawab penantian panjang kader, senior dan alumni PMKRI di Manggarai, setelah 57 tahun perjalanan PMKRI Cabang Ruteng.

Hadir dalam pembukaan, selain Bupati Manggarai, juga forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda),  pejabat dari setiap OPD, perwakilan kepala daerah se-Daratan Flores, pimpinan organisasi kemahasiswaan, tokoh agama, tokoh masyarakat, alumni PMKRI, akademisi hingga para pelajar di Ruteng.

Penulis : Frans Kobun

Editor   : Frans Kobun

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *