oleh

Jika Imam dan Awam Jalan Bersama, KAMe Akan Jadi Tempat Yang Sangat Dhasyat

Merauke, Suryapapua.com– Bertempat di Aula Archelaus Sai Minggu (7/8) malam, berlangsung syukuran peresmian Mgr. Petrus Canisius Mandagi, MSC sebagai Uskup Agung Merauke, setelah menerima sekaligus mengenakan Pallium yang diserahkan Duta Vatikan Untuk Indonesia, Mgr. Piero Pioppo atas nama Paus Fransiskus dalam perayaan misa.

Hadir dalam syukuran tersebut, Bupati Merauke, Romanus Mbaraka, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Papua, Nikolaus Kondomo, pejabat dari provinsi, anggota DPR RI, Komarudin Watubun,  para uskup dari seluruh Indonesia, pastor, suster, bruder serta tamu dan undangan lain

Sementara Uskup Agung Jakarta, Kardinal Ignatius Suharyo dalam sambutannya mengatakan, usai perayaan misa tadi sore, Uskup Mandagi mengaku kakinya sudah mulai rusak, namun yang tetap jernih darinya (Uskup Mnadagi;red) adalah hati serta budinya.

“Itulah yang akan diberikan  oleh Bapak Uskup Mandagi kepada  umat di Keuskupan Agung Merauke,” ujarnya.

Ratusan tamu dan undangan termasuk biarawan-biarawati saat mengikuti syukuran peresmian Uskup Agung Merauke, Mgr. Petrus Canisius Mandagi, MSC di aula Archelaus Sai – Surya Papua/Frans Kobun
Ratusan tamu dan undangan termasuk biarawan-biarawati saat mengikuti syukuran peresmian Uskup Agung Merauke, Mgr. Petrus Canisius Mandagi, MSC di aula Archelaus Sai – Surya Papua/Frans Kobun

Proviciat kepada seluruh umat di Keuskupan Agung Merake (KAMe) yang dianugerahi seorang uskup seperti beliau. “Sejak kemarin mengikuti acara ini, saya merasa betapa indah yang namanya berjalan bersama sama,” katanya.

“Kita semua tahu bahwa Gereja Katolik sedunia sekarang, sedang dalam proses menuju gereja yang berjalan bersama-sama,” katanya.

Uskup Suharyo meyakni kalau umat berjalan bersama-sama dengan para imam, awam dan juga uskup, KAMe akan menjadi tempat yang sangat dahsyat.

Demikian juga ketika gereja bersama-sama pemerintah setempat serta komunitas iman lain, Merauke akan menjadi tempat yang sungguh sangat indah.

Penulis : Frans Kobun

Editor   : Frans Kobun

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *