oleh

Hengkangnya Dosen Senior Basilius Redan Werang ke Undiksha Bali, Unmus Sangat Kehilangan

Merauke, Suryapapua.com – Basilius Redan Werang, nama yang tak asing di dunia perguruan tinggi, lebih khusus di Universitas Negeri Musamus (Unmus). Dari kalangan dosen,  mahasiswa serta pegawai di lingkungan kampus tersebut, tentu mengenalinya dengan sangat baik.

Selain kesederhanaan yang dimilikinya, juga banyak karya nyata telah dibuat Basilius (doktor pertama Unmus),  jebolan Universitas Brawijaya Malang) itu. Sehingga ketika ia memutuskan hengkang atau berhenti dari Unmus dan memilih ke Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), salah satu perguruan tinggi negeri di Provinsi Bali itu, tentu banyak orang, terutama para dosen serta mahasiswa merasa sangat kehilangan.

Berikut pengakuan dua dosen Universitas Negeri Musamus Merauke, Antonius Cabui dan Hendricus Lembang yang dihubungi Surya Papua terpisah Senin (29/11). “Kami merasa sangat kehilangan dengan sosok Pak Basilius Redan Werang. Dia (Basilius;red), dosen senior Di Unmus yang telah banyak berkarya,” ungkap kedua dosen tersebut.

Antonius Cabui, Dosen Unmus Merauke melalui telpon selulernya mengatakan, pihaknya telah menyampaikan kepada Rektor Unmus, Beatus Tambaib agar Basilius Redan Werang tetap dipertahankan, meskipun telah ada surat resmi dari Undiksha Bali untuk mengabdi disana.

“Kenapa saya meminta demikian, karena Pak Basilius adalah sosok dosen senior yang sangat membanggakan di lingkungan Unmus dengan berbagai prestasi Saya tak menginginkan beliau pindah. Karena orangnya juga sudah berjasa untuk Unmus selama ini,” ungkapnya.

Bagi  Cabui, Unmus kehilangan sosok Basilius Redan Werang yang adalah dosen senior dan telah mengangkat unmus dari berbagai penelitian ilmiahnya selama ini. Ada sejumlah buku hasil karyanya. Juga  journal terindeks skopus internasional yang ditulisnya.

“Terus terang, secara pribadi, saya sangat kehilangan sosok Pak Basilius. Karena beliau harus meninggalkan kami dan pergi mengabdi di universitas lain di Bali. Padahal disini masih sangat dibutuhkan,” ujarnya.

Dosen Unmus Merauke, Hendricus Lembang - Surya Papua/IST
Dosen Unmus Merauke, Hendricus Lembang – Surya Papua/IST

Sementara dosen lainnya, Hendricus Lembang sebagai kolega dan juga sesama dosen di Unmus mengungkapkan,  Basilius adalah salah satu tenaga pendidik berkualitas yang merupakan aset lembaga pergurua tinggi Unmus.

“Pak Basilius Redan Werang  adalah salah satu tokoh pendidik yang telah mendedikasikan pengembangan sumber daya manusia (SDM) di lingkungan kampus Unmus,” ujarnya.

“Betul beliau adalah doktor pertama di Unmus. Selama ini, beliau sangat produktif dalam menulis journal terindeks skopus internasional. Lalu kritis serta disiplin. Bahkan memiliki wawasan sangat luas. Karena pernah mengenyam pendidikan di luar nnegeri,” katanya.

Dijelaskan, saat ini Unmus sedang gencar-gencarnya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) tenaga pendidik, tetapi disaat bersama, terjadi ‘brain draim’ atau human capital flight, karena hengkangnya kaum intelektual atau ilmuwan ke tempat lain.

Dikatakan lagi, Basilius adalah aset yang mestinya ‘dipelihara.’ Jangan sampai menjadi preseden buruk dan merugikan Unmus di waktu mendatang.

Namun demikian, lanjut Lembang, oleh karena pilihan, sehingga ia hengkang dan mengabdi di lembaga perguruan tinggi lain yang lebih tepat. Karena itu merupakan pilihan dan tak bisa dibatasi.

“Secara pribadi, saya merasa ikut kehilangan satu sosok yang memiliki kualitas sangat luar biasa ini. Karena beliau salah satu dosen yang telah lama mengabdikan diri di Unmus serta perah menjadi pucuk pimpinan,” ungkapnya.

Ditambahkan, Basilius, pria kelahiran Adonara-Nusa Tenggara Timur (NTT) ini, sangat produktif menulis baik jurnal maupun karya ilmiah lain. Dan, tentu  secara tak langsung mendorong akreditasi lembaga Unmus.

Ditambahkan, adanya kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI tentang merdeka belajar dan kampus merdeka adalah tantangan perguruan tinggi. Terdapat delapan indicator kinerja utama, diantaranya mencapai program studi berstandar internasional serta dapat bermitra kelas dunia.

“Terakhir saya sebagai kolega berpesan kepada Pak Basilius, agar dapat engembangkan dan mentransformasikan ilmu pengetahuan kepada masyarakat lebih luas serta kariernya lebih baik di PT yang baru,” katanya.

Reporter : Frans Kobun

Editor      : Frans Kobun

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *