oleh

Harga Pupuk Non Subsidi di Kurik ‘Menggila,’ Tembus Angka Rp 12.750/Kg, Petani Kaget

Merauke, Suryapapua.com– Harga pupuk jenis NPK ponska plus non subsidi yang dijual distributor di Distrik Kurik, menembus angka Rp 12.750/kg. Padalah beberapa waktu lalu masih dengan harga Rp 9.000-an/kg.

Dengan harga yang sangat ‘mencekik leher’ itu, petani-pun menjadi kaget. Karena kenaikannya begitu cepat dan tentu sangat memberatkan untuk dibeli dimusim tanam kedua (gaba) ini.

Untuk diketahui saja, harga pupuk subsidi jenis urea Rp 2.250/kg. Sedangkan NPK ponska adalah Rp 2.300/kg. Dengan demikian, jika dibandingkan penjualan pupuk non subsidi oleh distributor, telah mencapai tiga hingga empat kali lipat.

Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Kampung Sumber Mulya (Kurik-6), Arif Wijaya kepada Surya Papua Senin (20/6) mengatakan, saat ini pupuk subsidi pemerintah tidak ada. Sehingga petani pun terus menanyakan.

“Memang yang ada sekarang adalah pupuk non subsidi, tetapi harganya sangat mahal. Betul petani begitu kaget setelah mengetahui harga pupuk mnembus hingga Rp 12.750/kg. Padahal minggu lalu masih di kisaran Rp 9.000/kg,” ujarnya.

Arif mengakui kuota pupuk subsidi sangat kecil untuk petani di Distrik Kurik. Sesuai usulan adalah  3.600 ton. Namun disubsidi hanya 1.000 ton.

“Saya juga mencari tahu, karena petani sering datang ke rumah dan curhat sehububan masalah pupuk. Nah saya coba komunikasi dengan distributor dan menanyakan, namun jawabannya masih mengusulkan penambahan, tetapi sampai sekarang belum ada jawaban,” katanya.

Setelah belum ada informasi pasti, ia menelpon ke salah satu kepala bidang di Dinas Pertanian Kabupaten Merauke, sekaligus menanyakan bagaimana kuota atau tambahan pupuk subsidi. Karena hampir setiap hari petani terus bertanya-tanya, mengingat sedang musim tanam kedua (gadu).

Dikatakan, pupuk usulan sesuai RDKK ada tiga jenis yakni urea, NPK serta petroganik. Satu petani untuk urea mendapatkan 400 kilogram. Sedangkan NPK ponska sekitar 7.00 kg.

Ditambahkan, meskipun pupuk subsidi tak ada, tetapi masih ada pupuk non subsidi, tetapi harganya terlalu mahal. Petani tak bisa menjangkau membeli, mengingat pendapatan yang didapatkan tak menentu.

Belum lagi pada musim rendengan kemarin, hampir semua mengalami gagal panen akibat serangan hama. Inilah persoalan yang tengah dihadapi dan dialami sekarang oleh petani.

Penulis : Frans Kobun

Editor   : Frans Kobun

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *