oleh

Dominikus Ulukyanan: ‘Gereja Katolik Harus Tampil Bela OAP’

Merauke, Suryapapua.com– Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Merauke, Dominikus Ulukyanan meminta kepada Gereja Katolik agar harus tampil  membela orang asli Papua (OAP).

Permintaan itu disampaikan Ulukyanan saat memberikan sambutan pada syukuran masuknya Gereja Katolik di Papua Selatan ke-117 tahun yang berlangsung  di Paroki Santa Theresia Buti Minggu (14/8). “Tak boleh ada diskriminasi dibangun. Semua pihak termasuk Gereja Katolik harus gandeng orang Papua dan jalan secara bersama,” katanya.

Beberapa tahun silam, jelas Ulukyanan,  DPRD Merauke membuat sekaligus menghasilkan dan menetapkan peraturan daerah (Perda) tentang Merauke sebagai Gerbang Hati Kudus Yesus.

“Memang Perda tersebut dihasilkan sebagai bentuk penghargaan kepada tarekat MSC , karena membuka peradaban sekaligus mewartakan agama Katolik di pedalaman, meskipun  ada sejumlah ordo atau tarekat di Merauke,” katanya.

 Asisten I Setda Merauke, Agustinus Joko Guritno – Surya Papua/Frans Kobun

Asisten I Setda Merauke, Agustinus Joko Guritno – Surya Papua/Frans Kobun

Sementara itu, Asisten I Setda Merauke, Agustinus Joko Guritno dalam sambutannya mengatakan, perayaan sekaligus syukuran masuknya Gereja Katolik di Papua Selatan, harus dirayakan lebih besar  di tahun mendatang di Paroki Santa Theresia Buti.

“Kenapa saya minta dirayakan besar, karena misionaris masuk pertama disini dengan membaptis nenek moyang kita  menjadi umat Katolik, lalu turun kemurun ke generasi sekarang,” ujarnya.

Selain itu, jelasnya,menjadi pintu masuk penyebaran Gereja Katolik di Kabupaten Merauke.  Jadi umat  harus bangga dan  terus mengembangkan iman yang telah dimiliki.

“Kita tak boleh duduk diam tetapi berkarya melaksanakan  cinta kasih yang Tuhan Yesus ajarkan kepada kita melalui para imam, suster dan bruder yang berkarya disini,” pintanya.

Meski begitu, Guritno meyakini umat di Paroki Santa Theresia Buti telah mengembangkan iman  secara baik dari waktu ke waktu.

“Memang perayaan ini cukup sederhana, namun di tempat ini, Tuhan Yesus ada,” ungkapnya.

Penulis : Frans Kobun

Editor   : Frans Kobun

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *