Dari Tanah Papua untuk Industri Sawit Masa Depan, Kisah Senyap Pemberdayaan TSE Group

TSE GROUP174 views

Boven Digoel, Suryapapua.com—Ditengah riuhnya tantangan industri kelapa sawit di tanah Papua, sebuah narasi perubahan yang menyejukkan lahir dari komitmen nyata Tunas Sawa Erma Group (TSE Group).

Melalui sinergi erat dengan program beasiswa Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS), perusahaan tidak sekadar membuka akses pendidikan tinggi bagi anak-anak asli Papua, melainkan membukakan pintu masa depan yang mandiri.

Kehadiran TSE Group di wilayah operasionalnya terbukti melampaui batas bisnis komersial; ia hadir sebagai mitra tumbuh bagi masyarakat adat yang mendambakan kemajuan.

Bukti nyata dari keberlanjutan sosial ini tercermin pada sosok Antonius Aute dan Evelince Wombonggo, dua putra-putri asli Papua yang kini telah bertransformasi menjadi profesional muda.

Setelah menyelesaikan studi melalui program beasiswa BPDP-KS, mereka tidak dibiarkan menjadi lulusan yang menganggur, melainkan langsung dipercaya memegang posisi strategis di PT Berkat Cipta Abadi (BCA), salah satu unit usaha TSE Group.

Evelince kini mengemban tanggung jawab penuh sebagai Mandor Perawatan di Divisi 4, sementara Antonius mengawal produktivitas kebun sebagai Koordinator Lapangan di Divisi 2.

“Beasiswa BPDP-KS dan dukungan penuh TSE Group telah mengubah jalan hidup saya,” ungkap Evelince dengan rasa syukur yang mendalam.

Sebagai perempuan asli Papua, ia berhasil mendobrak stigma dengan membuktikan bahwa anak daerah memiliki kapasitas yang sama untuk memimpin di sektor perkebunan sawit modern.

Senada dengan Evelince, Antonius menegaskan bahwa, peran mereka di PT BCA sangat krusial, terutama dalam menjembatani manajemen dengan pemberdayaan tenaga kerja lokal guna menggerakkan roda ekonomi daerah.

General Manager TSE Group, Daniel Sim Ayomi, A.Md, S.Sos, S.H, MPA, menegaskan, keberhasilan Antonius dan Evelince adalah sebuah cetak biru bagi lahirnya para pemimpin masa depan industri sawit yang berakar dari lokal.

“Kami mendukung penuh pengembangan putra-putri daerah. Keberhasilan mereka adalah bukti nyata bahwa kolaborasi antara beasiswa pemerintah, peran aktif perusahaan, dan kerja keras pribadi mampu menciptakan keberlanjutan yang sesungguhnya,” pungkasnya.

Langkah taktis TSE Group dalam menyerap tenaga kerja lokal terdidik ini merupakan jawaban konkret atas keraguan publik mengenai dampak sosial industri sawit di Papua.

Perusahaan tidak hanya menghadirkan peluang belajar di atas kertas, tetapi juga menyediakan ruang kerja nyata dan ekosistem yang inklusif agar talenta lokal dapat terus bertumbuh dan menjadi tuan rumah di tanahnya sendiri.

Kolaborasi ini membuktikan bahwa investasi hijau dan pemberdayaan masyarakat adat dapat berjalan beriringan demi masa depan Papua yang lebih inklusif.

Penulis : HMS

Editor   : Frans Kobun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *