Bangunan Gereja Maria Fatima Kelapa Lima Didesan Ulang Romanus Mbaraka, Hasilnya Sangat Megah

Laporan Utama245 views

Merauke, Suryapapua.com– “Kami dar panitia telah membuat gambar—desain bangunan Gereja Santa Maria Fatima Kelapa Lima. Hanya saja, Bapak Romanus Mbaraka yang saat itu menjabat Bupati Merauke, membuat desain ulang  lebih bagus dan baik lagi. Hasilnya bangunan bisa dilihat—disaksikan sekarang dengan berdiri sangat megah.”

Demikian laporan Ketua Panitia Pembangunan Gereja Santa Maria Fatima Kelapa Lima, Agustinus Joko Guritno pada peresmian gereja itu Senin (06/04/2026).

“Hari ini adalah hari bersejarah, setelah melalui perjalanan panjang penuh tantangan, akhirnya Gereja Santa Maria Fatima Kelapa Lima berdiri dan diresmikan sekaligus dibekati Uskup Agung Merauke, Mgr. Petrus Canisius Mandagi, MSC,” ujarnya.

Dikatakannya, bangunan gereja lama yang berdiri sejak 1968, secara konstruksi mengalami kerusakan, sehingga dewan paroki berencana melakukan pemugaran, sekaligus dibentuk panitia rapat serta penggalangan dana.

Seiring berjalannya waktu, demikian Guritno,  Pemkab Merauke yang dipimpin Romanus Mbaraka merespon positif, sekaligus membuat draft serta gambar baru.

Filosofi pembangunan gereja, setelah melakukan diskusi serta asistensi bersama Romanus Mbaraka saat itu, diputuskan konsep bangunan gereja tipe gotik.

Harapannya, menurut dia, membawa nilai serta prinsip antara lain menara tinggi serta garis menjulang melambangkan hubungan manusia dan Tuhan dalam bentuk hubungan aspirasi serta spiritual.

Jendela besar menggunakan kaca patri melambangkan masuknya cahaya sebagai simbol ilahi—cahaya Tuhan.

Lalu elemen lengkung serta runcing, tidak hanya estetika tetapi menunjukkan kekuatan struktur jujur serta ekspresif.

Sementara proses dan biaya pembangunan gereja  dimulai tahun 2022 dengan ditandai peletakan batu pertama.

Anggaran pembangunan fisik bangunan gereja adalah Rp 25.500 Milyar lebih.

Setelah adanya dukungan dana dari Pemkab Merauke, sumbangan umat maupun donator, dihentikan panitia—dana terkumpul sekiar Rp 300-an juta, juga bantuan  Kementerian agama Rp 100 juta.

Respon Cepat

Ketua Dewan Paroki Santa Maria Fatima Kelapa Lima, Dicky Awerem – Surya Papua/Frans Kobun
Ketua Dewan Paroki Santa Maria Fatima Kelapa Lima, Dicky Awerem – Surya Papua/Frans Kobun

Ketua Dewan Paroki Santa Maria Fatima Kelapa Lima, Dicky Awerem dalam sambutannya mengatakan, oleh karena bangunan gereja lama sudah mengalami kerusakan serta umat semakin banyak, sehingga butuh bangunan gereja baru.

“Saya pun menyampaikan kepada Pastor Miler Senduk dan diarahkan menunggu pastor paroki  definitif, Jems Komolontang agar dibentuk panitia ketika itu,” jelasnya.

Dan, lanjut Dicky, kepanitiaan terbentuk dan mulai melakukan berbagai aktivitas mulai dari rapat-rapat hingga penggalangan dana serta mengedarkan proposal.

“Keyakinan kami bahwa banyak pejabat dari Kelapa Lima, sehingga Gereja Santa Maria Fatima Kelapa Lima pasti terealisir,” katanya.

“Nah, kami menyiapkan proposal serta menghadap Bapak Romanus Mbaraka yang saat itu Bupati Merauke dan beliau merespini cepat, karena juga bagian dari umat di Kelapa Lima,” jelasnya.

Penulis : Frans Kobun

Editor   : Frans Kobun

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *