Merauke, Suryapapua.com– Wakil Gubernurt Papua Selatan, Paskalis Imadawa bicara blak-blakan sehubungan Film Pesta Babi yang kini digandrungi berbagai kalangan dan sedang ditonton di seantero Indonesia hingga luar negeri.
“Film Pesta Babi adalah cuplikan yang benar-benar terjadi di Provinsi Papua Selatan. Ini sekaligus menjadi intropeksi bagi penguasa,” ungkap Wagub Imadawa dalam sambutannya pada kegiatan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Papua Selatan di Aula Wotjtyla, Keuskupan Agung Merauke Sabtu (23/5/2026).
Film Pesta Babi, demikian Wagub Imadawa, banyak memotret peristiwa-peristiwa yang terjadi di Tanah Papua.
“Ya, ini koreksi untuk kita penguasa yang mempunyai niat membangun daerah,” tegasnya.
“Saya melihat Film Pesta Babi dari sisi positifnya. Sekali lagi, mari kita mengintropeksi diri, apakah saya juga terlibat dalam Film Pesta Babi ini atau tidak,” katanya.
Dikatannya, tidak hanya Film Pesta Babi, tetapi ada banyak pesta-pesta lain di antaranya penggusuran, pembalakan, kebijakan, jeritan dan tangis serta pesta kehilangan.
“Jadi, ada banyak sekali pesta lain. Mari kita intropeksi diri–kira-kira kita ada di posisi mana. Apakah saya juga terlibat dalam pesta ini ataukah saya sebagai penonton, ataukah saya juga turut membantu pesta ini,” kritiknya.
Ditegaskan, tak ada seorang pun yang tidak mau ada pembangunan didaerahnya, semua pasti menginginkan perubahan.
Meski demikian, perubahan yang diharapkan adalah perubahan adaptif serta benar-benar toleran dan manusiawi.
Diharapkan pembangunan yang dilakukan sesuai alamnya. Mari mengisi pembangunan sesuai dengan kondisi topografi.
Keadaan geografi di Papua Selatan, dmikian Wagub Imadawa, menantang, sangat bersahaja dan cukup ramah.
Namun dalam keramahan dan sahaja- nya itu, jangan digunakan sebagai peluang untuk menggeser sesama.
Penulis : Frans Kobun
Editor : Frans Kobun










