oleh

Sikapi Isu Demonstrasi Mahasiswa Tolak Kenaikan BBM, LMA Merauke Bicara Keras, Kapolres Didesak Batalkan Rencana Aksi

Merauke, Suryapapua.com– Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Kabupaten Merauke menyikapi dengan tegas dan keras adanya rencana Aliansi Mahasiswa Merauke yang akan melakukan aksi demonstrasi lagi, sehubungan penolakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), setelah diumumkan dan ditetapkan Presiden Jokowi pekan lalu.

Pernyataan tersebut dibacakan saat jumpa pers di salah satu rumah makan Sabtu (10/9) yang dihadiri, Ignasius Bole Gebze (Pj Ketua LMA Kabupaten Merauke), Gerfasius W. Mahuze (Korwil LMA Anim Ha empar kabupaten), Paulus M Gebze (sesepuh), Vincentius Y Gebze (Wakil Ketua LMA), Yoseph A Gebze (sekretaris) dan Paskalis Imadawa (Tokoh Masyarakat Merauke).

PJ Ketua LMA Kabupaten Merauke, Ignasius Bole Gebze menyatakan, sehubungan isu aksi demonstrasi jilid II oleh mahasiswa Senin 12 September 2022,  maka ada beberapa hal yang perlu disampaikan sebagai bentuk penolakan.

“Bagi kami rencana aksi demonstrasi,  meresahkan dan tak pantas dilakukan,” ujarnya.

Dikatakan, rencana aksi  itu katanya mengatasnamakan masyarakat, namun menjadi pertanyaan bagi LMA, masyarakat  mana? Lalu katanya rakyat melarat, rakyat mana?

“Sekali lagi kami LMA Kabupaten Merauke tak menginginkan adanya aksi demonstrasi. Ingat akan pepatah, dimana kaki dipijak, disitu langit dijunjung. Jadi jangan bawa kebiasaan  dari luar dan diterapkan di tanah Malind,” pintanya.

Budaya orang Malind, jelasnya, tak ada yang namanya demonstrasi. Jika ada persoalan, semua pihak duduk bersama sekaligus dicarikan jalan keluar penyelesaian.

“Ingat  Merauke adalah barometer istana damai. Olehnya semua pihak harus ikut menjaga agar daerah tetap kondusif,” pintanya lagi.

Bicara tentang kenaikan BBM, adalah kebijakan negara. Nmaun pasti ada pertimbangan khusus yang akan diberikan pemerintah pusat kepada seluruh rakyat Indonesia.

Dalam kesempatan itu, LMA meminta kepada Kapolres Merauke, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Sandi Sultan  mengambil langkah cepat membatalkan rencana aksi demonstrasi.

“Lalu oknum mahasiswa yang bertindak sebagai coordinator, ditindak tegas. Karena ketika aksi dilakukan, tidak membawa atau mengatasnamakan seluruh masyarakat Merauke,” tegasnya.

Gerfasius W. Mahuze, Korwil LMA Anim Ha empar kabupaten juga meminta  rencana aksi demonstrasi dibatalkan, karena tak membawa atau memberikan dampak bagi masyarakat disini.

“Kami dari LMA Kabupaten Merauke menolak dengan tegas rencana aksi dimaksud,” ungkapnya.

Silahkan Pergi Demonstrasi di Jakarta

Sementara itu, Tokoh Masyarakat Merauke, Paskalis Imdawa menegaskan, aksi demonstrasi itu, harus dicermati baik oleh para mahasiswa. “Memangnya orang Marind yang menaikkan harga BBM kah, sehingga kalian melakukan aksi? Silahkan pergi  demonstrasi di Jakarta sana, karena itu kebijakan nasional,” ungkapnya.

“Kalian demonstrasi disini tak ada pengaruhnya sama sekali. Jangan sampai lain gatal, lain digaruk. Nanti orang tertawa kalian mahasiswa,” kritiknya.

Imadawa menegaskan, apa yang disuarakan itu, bukan informasi local, tetapi nasional. Jadi lebih baik cari uang dan berangkat demonstrasi di Jakarta.

“Saya minta Pak Kapolres batalkan aksi demo. Jangan sampai ada aksi tandingan lagi, karena saya ini manusia yang  biasa turun jalan,” katanya.

Penulis : Frans Kobun

Editor   : Frans Kobun

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *