Sebuah Video Beredar Luas, Puluhan Warga di Pedalaman Merauke Pikul Jenazah Lewat Hutan

Laporan Utama242 views

Merauke, Suryapapua.com-Keprihatinan dan empati sangat mendalam! Mungkin  deretan kata-kata ini sekaligus mengungkapkan akan sebuah video yang tengah beredar luar belakangan ini.

Dimana puluhan masyarakat di salah satu kampung di pedalaman Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan terpaksa memikul seorang jenazah menyusuri hutan, lantaran akses jalan untuk dilalui kendaraan, belum dibuka hingga sekarang.

Dalam video  yang didapatkan suryapapua.com, terlihat masyarakat menyusuri  jalan setapak dan hutan lebat menggotong jenazah yang hendak dibawa pulang ke kampung halaman mereka.

Belum diketahui secara pasti dan jelas, kampung dan distrik mana jenazah itu  hendak dibawa puluhan masyarakat.

Juga hari atau waktu jenazah dipikul masyarakat orang asli Papua (OAP), tetapi jelasnya kejadian berlangsung di wilayah pedalaman Kabupaten Merauke.

Hanya saja muncul suara dan atau komentar dari seseorang dalam video yang menyoroti aktivis serta para mahasiswa.

“Kamu aktivis—mahasiswa yang selalu melawan pemerintah mengatasnamakan rakyat. Kalian buat apa untuk rakyat di pedalaman. Kamu buat tambah susan rakyat,” katanya.

“Lihat itu sekarang, orang bawa jenazah harus melewati hutan, karena akses jalan belum ada. Solusinya apa untuk kampung-kampung lokal,” tegas dia dalam video lagi.

Terima Kiriman Video

Wakil Bupati Merauke, Fauzun Nihayah – Surya Papua/Frans Kobun
Wakil Bupati Merauke, Fauzun Nihayah – Surya Papua/Frans Kobun

Wakil Bupati Merauke, Fauzun NIhayah melalui pesan whatsapp Rabu (25/02/2026) malam mengaku, telah menerima vidie yang dikirim banyak orang, sehubungan jenazah dipikul warga di salah satu kampung di wilayah pedalaman.

Sebagai tindaklanjutnya, demikian Wabup Fauzun, tentunya pemerintah akan memrioritaskan pembangunan infrastruktur jalan ke wilayah-wilayah tertentu terutama untuk mempermudah akses pelayanan.

Selain itu, kampung-kampung yang terisolir dan atau tidak ada pembangunan merata, harus dipetakan secara baik.

Juga dana otonomi khusus (otsus) harus tepat sasaran agar betul- betul direalisasikan sesuai kebutuhan masyarakat orang asli Papua (OAP).

Penulis : Frans Kobun

Editor   : Frans Kobun

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *