Merauke, Suryapapua.com– Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) daerah pemilihan Provinsi Papua Selatan, Rudy Tirtayana, SE melaksanakan kegiatan sosialisasi empat pilar MPR RI bersama jemaat Gereja Protestan Indonesia di Papua (GPI) Jemaat Gunung Sinai.
Kegiatan sosialisasi berlangsung Minggu 8 Februari 2026, bertempat di GPI Jemaat Gunung Sinai, Jalan Noari, Kelurahan Karang Indah, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan.
Dalam sosialisasi, Rudy Tirtayana menegaskan, pentingnya pemahaman dan pengamalan empat pilar MPR RI yakni Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai konstitusi negara, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk negara serta Bhinneka Tunggal Ika–semboyan persatuan dalam keberagaman.
Menurut Rudy, empat pilar MPR bukan sekadar konsep kenegaraan, melainkan nilai-nilai luhur yang harus dihidupi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, termasuk dalam kehidupan bergereja dan pergaulan sosial sehari-hari.
“Gereja memiliki peran strategis dalam membangun karakter umat yang beriman, beretika serta cinta tanah air. Nilai-nilai empat pilar sangat sejalan dengan ajaran kasih, keadilan dan persaudaraan,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa Papua Selatan sebagai daerah baru, membutuhkan fondasi kebangsaan yang kuat agar pembangunan berjalan seiring dengan persatuan, toleransi dan semangat kebersamaan.
Melalui sosialisasi ini, diharapkan jemaat semakin memahami hak dan kewajibannya sebagai warga negara serta turut berperan aktif menjaga keutuhan NKRI.
Kegiatan sosialisasi berlangsung dengan suasana dialogis dan penuh keakraban.
Jemaat GPI Gunung Sinai menyambut baik kegiatan tersebut dan menyampaikan apresiasi atas kehadiran langsung anggota DPD RI di tengah-tengah jemaat memberikan pemahaman kebangsaan.
Sosialisasi empat pilar MPR RI ini merupakan bagian dari komitmen Rudy Tirtayana sebagai wakil daerah untuk terus hadir di tengah masyarakat, mendengarkan aspirasi serta memperkuat nilai-nilai kebangsaan di Provinsi Papua Selatan.
Penulis : Frans Kobun
Editor : Frans Kobun





