Mulia dan Tulusnya Hati Seorang Fauzun Nihayah! Oretan Jurnalis Suryapapua.com

Laporan Utama119 views

SENTUHAN kasih kembali ditunjukkan Wakil Bupati Merauke, Fauzun Nihayah tatkala sedang melakukan kunjungan, sekaligus berdialog bersama anak-anak Papua yang nota bene adalah penhisap dan atau pengguna lem aibon di salah satu titik tepatnya di belakang Maro.

Kegiatan yang menjadi agenda rutin Persekutuan Srikandi Indonesia (Persekindo) Papua Selatan yang ‘dinahkodai’ Fauzun Nihayah itu, selain berdialog bersama ratusan anak-anak, juga mendengar—melihat kondisi fisik mereka.

Tidak dapat dipungkiri kalau banyak persoalan ditemukan, terutama kepada anak-anak pegguna lem aibon.

Selain dipastikan tidak sekolah, makan-minum tak diperhatikan, kesehatan tak terurus serta kurangnya ‘sentuhan’ dan atau perhatian dari orangtua.

Mengapa?  Karena banyak diantara mereka lebih banyak menghabiskan waktu di jalan termasuk di emperan-emperan toko, kios serta sejumlah tempat lain untuk menjalani pekerjaan dadakan sebagai tukang parkir, pemulung dan lain-lain.

Salah satu kenyataan pahit ditemukan—dlihat secara langsung Wabup Fauzun adalah kondisi satu dari sekian banyak anak yang memprihatinkan.

Betapa tidak, pada sejumlah bagian tubuh, tepatnya di kedua kaki anak itu, terdapat luka  yang dibiarkan begitu saja hingga mengeluarkan nanah.

Tak menunggu lama, Wabup Fauzun memerintahkan seorang stafnya  mencari obat untuk diobati.

Sentuhan ‘tangan dingin’ sebagai seorang mama-pun dilakukan. Dengan perlahan dan sangat hati-hati, ia (Wabup Fauzun;red) membersihkan luka-luka pada anak tersebut menggunakan kapas.

Selanjutnya meneteskan (mengoleskan) cairan obat pada kedua kaki anak tersebut, sambil meminta salah seorang stafnya segera membawa anak ini ke puskesmas atau rumah sakit agar dirawat,  agar luka-luka tak menjalar ke  bagian tubuh lain.

Kepada suryapapua.com melalui telpon selulernya beberapa hari lalu, Wabup Fauzun mengaku, anak itu ditemukan di belakang Maro (perumahan sekitar) saat bhakti sosial bersama anggota Persekindo Provinsi Papua Selatan.

“Memang sudah menjadi kegiatan rutin kami setiap bulan menemui anak-anak pengguna lem aibon yang tersebar di sejumlah titik,” ungkap Wabup Fauzun.

Setelah melihat dan mengetahui anak dengan luka-luka pada bagian kaki, ia pun mengambil inisiatif membersihkan sekaligus mengobati.

Wabup Fauzun mengaku, kurang ada perhatian baik dari orangtua terhadap anak-anak ketika sakit maupun mengalami luka di sekujur tubuhnya.

“Ya, kondisi seperti begitu yang saya temukan secara langsung ketika bersua dengan anak-anak,” ujarnya.

Salut untuk ibu Wabup Merauke, Fauzun Nihayah. Teruslah memberikan—melayani semua orang, terutama anak-anak Papua, karena mereka ingin mendapatkan ‘sentuhan kasih sayang’ tulus yang mungkin kurang diberikan orangtua kandung selama ini.

Orang pasti ‘angkat topi’ ketika melihat karya nyata dibuat—dilakukan, karena itu fakta sesungguhnya. Bukan sekedar ‘omon-omon’ tetapi tindakan nyata dilakukan alias eksekusi. (Frans Kobun)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *