Lambertus Ignatius Fatruan: ‘Terimakasih TSE Group Korindo Papua Selatan’

TSE GROUP106 views

Merauke, suryapapua.com-Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan ESDM Provinsi Papua Selatan, Lambertus Ignatius Fatruan memberikan apresiasi kepada TSE Group Korindo Papua Selatan serta Unit Kerja Federasi Serikat Pekerja Kimia, Energi dan Pertambangan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PUK FSP KEP- SPSI) yang telah bekerja hingga menyelesaikan Perjanjian Kerja Bersama (PKB).

Hal itu disampaikan Fatruan dalam sambutannya disela-sela penandatanganan PKB yang berlangsung di Swiss-belhotel Senin (14/09/2026).

Menurut Fatruan, dalam proses membuat PKB, memang sedikit alot. Namun setelah diperiksa, ada beberapa diperbaiki dan sudah terpenuhi.

Aturan di PKB  yang telah ditandatangani, agar  menjadi acuan untuk semua pekerja  di wilayah perusahan.

“Jujur, saya kaget karena dalam PKB, perusahan sungguh-sungguh memperhatikan tenaga kerja,” katanya.

Dalam salah satu klausal (pasal) dijelaskan secara detail bahwa apabila seorang pekerja diberhentikan, perusahan akan memberikan pesangon. Ini sangat luar biasa dan patut diapresiasi setinggi-tingginya.

“Sekali lagi saya berterimakasih kepada perusahan  yang membuat satu pasal mendukung para pekerja. Selama ini diketahui-nya, biasa perusahan tidak mau memasukan ayat ayat tertentu, karena membebani,” ungkap dia.

Fatruan menambahkan, pemerintah ikut memberikan perhatian terhadap tenaga kerja.

Bukan pemerintah tak beri perhatian ke perusahan, tetapi dari sisi tenaga kerja yang bekerja.

Diharapkan dengan PKB dibuat, mengikuti koridor untuk bekerja sesuai rel.

Khusus tenaga kerja di Papua Selatan, tetap menjadi perhatian, terutama dalam penerimaan dengan fokus kepada orang asli Papua (OAP).

Untuk kegiatan pelatihan, akan diprogramkan tahun depan sekaligus dijalankan.

“Memang kita masih ada pengurangan anggaran dari pusat, sehingga pelatihaan-pelatihan belum terlaksana baik,” jelasnya.

“Kita akan bekerjasama dengan perusahan-perusahan termasuk TSE Group Korindo  Papua Selatan, agar penerimaan tenaga kerja bagi OAP bisa berjalan,” katanya.

Diakui Fatruan, setelah melakukan pengecekan di setiap perusahan, khusus di level manager—khusus OAP belum kelihatan. “Nah ini menjadi perhatian bersama,” tegasnya.

Penulis : Frans Kobun

Editor   : Frans Kobun

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *