Kasus Guru di SDI Kumbis Melantai Sambil Mengajar, Intelektual Marind Angkat Bicara

Pendidikan371 views

Merauke, Suryapapua.com– Mencuatnya pemberitaan suryapapua.com sehubungan dengan seorang guru di SDI Kumbis, Distrik Kimaam, Kabupaten Merauke, Fransiska Dosi melantai (mengenakan pakaian pramuka) sambil mengajari anak-anak lantaran tak ada fasilitas kursi-meja, menjadi viral dan mendapat perhatian serta tanggapan berbagai kalangan.

Persoalan dimaksud, diikuti dan dibaca juga salah seorang Intelektual Marind, Hendrikus Mahuze, hingga menggugahnya untuk bersuara ke publik.

Melalui ponselnya Kamis (13/10), Hendrikus Mahuze menegaskan, pemerintah wajib memberikan perhatian serius dalam bidang  pendidikan terutama di kampung-kampung terjauh.

Untuk menghasilkan suatu pembangunan yang baik, demikian Hendrik,   harus diawali  pembentukan sumber daya manusia (SDM) yang berkompoten.

Kabupaten Merauke, lanjut Hendrik, telah berusia 120 tahun, namun masih ada anak-anak  Papua belum dapat tersentuh dan merasakan nikmatnya pendidikan  secara layak.

“Kejadian seperti ini masih ada dan ini kita kembali lagi kepada kinerja pemerintah. Karena  kalau kita lihat pendidikan dan kesehatan, itu urusan yang wajib  diprogramkan dan dianggarkan,” tegasnya.

Hendrik yang dipastikan akan ‘fait’ kembali  dalam pilkada 2024 mendatang meminta Pemkab Merauke dibawah kepemimpinan Romanus Mbaraka-H. Riduwan  secara serius menmperhatikan sekolah-sekolah di daerah terpencil, tertinggal dan terisolir juga di  perbatasan.

“Kita semua  tahu bahwa anggaran  pendidikan dan kesehatan sangat besar. Dimana untuk pendidikan 20% dan kesehatan 15%. Kalau sampai saat ini masih ada sekolah di kampung lokal  dengan  kondisinya seperti itu, ya sangat disayangkan,” ujarnya.

Pendidikan di kampung lokal  seperti di Distrik Kimam, Waan, Ilwayab, Tabonji, Tubang, Ngguti, Kaptel, Okaba, Animha serta Muting harus menjadi perhatian dan atensi khusus pemerintah setempat.

Penulis : Yulianus Bwariat

Editor  :  Frans Kobun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *