Hatinya Tulus Bekerja, Satu Komitmen Dipegang, Putuskan Mata Rantai Penyalahgunaan Lem Aibon! Oretan Jurnalis suryapapua.com

Laporan Utama413 views

 

MUNGKIN orang melihat bahwa yang dilakukan itu adalah pencitraan, namun sesunggunnya tidak.

Meski padatnya waktu dan berbagai kesibukan membantu Bupati Merauke, Yoseph Bladib Gebze melayani masyarakat dari berbagai penjuru, ia masih meluangkan dan atau menyisahkan waktu ‘menjenguk’ anak-anak Papua yang sering nongkrong di emperan toko maupun pinggir jalan.

Mengapa harus disambangi dan atau dikunjungi? Karena anak-anak usia sekolah tersebut, ternyata sudah sering dengan kebiasaan buruk, menghisap lem aibon.

Dari balik baju yang dipakai-nya, sambil memegang botol aqua yang telah disulap, mereka  (anak-anak;red) menghirup lem aibon.

Tujuan dari menghirup lem aibon tidak lain agar mabuk serta membuat pikiran ikut melayang-layang atau berhalusinasi aneh-aneh.

Tanpa mereka sadari bahwa ketika menghirup-mengisap lem aibon, akan merusak kesehatan dan atau organ tubuh-nya.

Kondisi—situasi demikian yang membuat sosok ini harus berpikir keras bagaimana memutuskan mata rantai penggunaan lem aibon.

Adalah Fauzun Nihayah, Wakil Bupati Merauke yang sangat getol dan terus bekerja keras setiap hari dengan satu tujuan anak-anak bebas dari kebiasaan menghirup lem aibon.

Apalagi yang sering menggunakan—menghirup adalah anak-anak Papua putus sekolah.

Berbagai cara dilakukan. Selain berjumpa dengan orangtua memberikan pandangan agar mengawasi anak tidak ‘keluyuran’ setiap hari di jalan menghirup lem aibon, juga menemui anak-anak secara langsung.

Misinya hanya satu dalam benak pikiran Wabup Fauzun yakni berusaha memutus mata rantai penggunaan lem aibon anak-anak Papua.

Khusus pendekatan langsung kepada anak-anak, Wabup Fauzun juga memposisikan diri  sebagai sosok seorang ‘Mama.’

Pola pendekatan  ini sangat-lah mumpuni dan mendapat empati berbagai kalangan.

Ketika bersua sekaligus berdialog bersama anak-anak, prinsip ‘Kasih’ juga selalu diutamakan.

Selain menyambangi orangtua serta anak-anak, Wabup Fauzun mendatangi sejumlah toko atau kios yang sering menjual lem kastol, sekaligus mengingatkan tak menjual kepada anak-anak.

Sebagaimana dalam salah satu video yang didapatkan suryapapua.com,  Wabup Fauzun mendekati seorang anak penghisap lem aibon sambil memberikan nasehat.

“Sini lem aibonnya. Kalau hirup, nanti paru-paru rusak,” itulah percayakan Wabup Fauzun dengan seorang anak.

“Nanti dikasi makan. Saya tidak berikan uang, karena  pasti  dipakai beli lem aibon,” ungkapnya sambil mengingatkan anak itu memotong kuku-nya.

Usai mengurus anak itu, Wabup Fauzun mendatangi salah satu toko sekaligus mengingatkan agar tidak menjual lem kastol kepada anak-anak.

“Saya minta kerjasama-nya yang baik. Kalau ada anak datang beli lem castol, jangan dilayani,” pintanya. (Frans Kobun)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *