Hari Pangan Sedunia, Bupati Bladib Gebze: OAP Harus Ditempatkan Sebagai Bagian Utama Dalam Sektor Pangan

Laporan Utama203 views

Merauke, suryapapua.com– Bupati Merauke, Yoseph Bladib Gebze memberikan sejumlah catatan penting bertepatan dengan moment Hari Pangan Sedunia yang dilangsungkan di halaman kantor bupati Jumat (16/10/2026).

“Peringatan  Hari Pangan Sedunia bukan sekedar giat seremonial tetapi moment untuk merenungkan tangggungjawab dalam memastikan bahwa setiap masyarakat memiliki akses pangan cukup, aman serta terjangkau,” kata Bupati Bladib Gebze.

Dengan inovasi  yang dilakukan, akan menentukan kualitas pangan, kesehatan serta kesejahteraan masyarakat.

Inovasi, jelas Bupati Bladib Gebze, tidak hanya penggunaan teknologi modern, tetapi bagaimana memadukan ilmu pengetahuan, pengalaman petani serta kearifan lokal masyarakat adat dalam mengelola sumber daya alam.

Kabupaten Merauke, menurutnya, memiliki potensi besar dalam pengelolaan sektor pangan baik melalui pertanian, peternakan, perikanan maupun pengembangan pangan lokal.

“Kita memiliki tanah luas, sumber daya alam beragam serta masyarakat memiliki pengalaman memanfaatkan kekayaan alam untuk memenuh kebutuhan hidup,” katanya.

Potensi dimaksud adalah anugerah Tuhan yang harus dikelola dengan penuh tanggungjawab.

Namun  harus disadari bahwa keberhasilan pangan tak hanya diukur dari luas lahan yang dibuka, tetapi  dari peningkatan kesejahteraan petani, terpenuhi gizi masyarakat, terjaga lingkungan serta semakin kuat kemandirian ekonomi  warga lokal.

Olehnya, pembangunan sektor pangan di Merauke, harus menempatkan masyarakat, khususnya orang asli Papua (OAP) sebagai bagian utama dalam proses pembangunan dan penerimaan manfaat secara nyata.

Masyaraat adat tak boleh menjadi penonton di atas tanahnya. Mereka harus  mempunyai kesempatan adil berpartisipasi meningkatkan keterampilan, mengembangkan usaha serta menikmati hasil.

Dalam kesempatan itu, Bupati Bladib Gebze menekankan lima point pembangunan arah strategis pembangunan pangan Merauke diantaranya:

Pertama, meningkatkan produksi pangan melalui inovasi dan teknologi.

Kedua, memperkuat keterlibatan serta kesejahteraan petani atau nelayan lokal khususnya OAP. Pembangunan pangan harus berikan ruang luas bagi OAP melalui pelatihan, pendampingan serta dukungan modal dan lain-lain.

Ketiga, mengembangkan diversifikasi serta ketahanan pangan lokal. Merauke mempunyai ketahanan lokal yang harus terus dijaga serta dikembangkan seperti sagu, umbu umbian, pisang dan hasil perikanan yang  merupakan kekayaan lokal, karena merupakan identitas masyarakat lokal Papua.

Keempat, membangun sistem pangan berkelanjutkan dan ramah lingkungan. Pembangunan pertanian perlu mempertimbangkan keseimbangan antara kebutuhan produksi, lingkungan hidup serta penghormatan terhadap hakhak masyarakat adat.

Kelima, Memperkuat distribusi pangan dan meningkatkan gizi masyarakat. Pangan yang diproduksi, harus dapat menjangkau seluruh masyarakat, termasuk mereka yang ada di kampung-kampung terpencil.

Penulis : Frans Kobun

Editor   : Frans Kobun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *