Dulu Menempuh Sungai dan Hutan Demi Sekolah, Kini Anak-Anak di Perbatasan Ulilin Punya Rumah Singgah

TSE GROUP119 views

Merauke, suryapapua.com– Akses pendidikan yang layak masih menjadi tantangan berat bagi masyarakat di kawasan perbatasan, seperti halnya masyarakat di sejumlah daerah pedalaman lain.

Masyarakat Distrik Ulilin, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, harus berjuang lebih keras untuk mencapai fasilitas pendidikan hingga kesehatan.

Salah satunya masyarakat Kampung Mutimangge, yang mesti menempuh perjalanan jauh menggunakan perahu dan berjalan kaki hanya untuk sampai ke sekolah di SDN Camp PAL yang berada diwilayah perusahaan.

Kondisi itu pula dialami anak-anak sekolah di kampung tersebut. Setiap hari, mereka harus menempuh rute melelahkan demi bisa menimba ilmu.

Belum lagi, usai bersekolah, mereka harus kembali menempuh perjalanan panjang menuju kampung halaman.

Tak jarang, kelelahan membuat mereka kesulitan mengikuti pelajaran dengan optimal.

Menjawab persoalan itu, PT Papua Agro Lestari (PAL), unit usaha Tunas Sawa Erma (TSE) Group yang bergerak di bidang perkebunan dan pengelolaan kelapa sawit, hadir membawa solusi.

Perusahaan yang telah lama beroperasi di Distrik Ulilin ini membangun sebuah Rumah Singgah sebagai fasilitas penunjang bagi anak-anak sekolah di sekitar area operasionalnya.

Rumah Singgah tersebut merupakan bangunan permanen seluas 135 meter persegi dengan tiga pintu.

Di dalamnya dilengkapi dua kamar, ruang tamu, dapur dan kamar mandi.

Fasilitas ini nantinya dapat digunakan anak-anak sekolah untuk singgah dan beristirahat sebelum kembali ke kampung mereka.

Bantuan ini disalurkan melalui program Corporate Social Contribution (CSC) perusahaan.

Peresmian Rumah Singgah ditandai dengan pengguntingan pita dan penyerahan simbolis kunci oleh perwakilan PT PAL kepada Louis Maikuin selaku perwakilan marga dan masyarakat setempat.

Acara tersebut disaksikan langsung oleh jajaran manajemen perusahaan serta masyarakat sekitar.

Louis Maikuin menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya atas bantuan tersebut.

“Bantuan ini sangat bermanfaat bagi kami,” ungkapnya dengan senang pada Sabtu (03/10/2026).

Senada dengan itu, Hassanudin Pattiroy, Manager PT PAL berharap fasilitas yang telah dibangun, dapat dimanfaatkan dan dipelihara dengan baik oleh masyarakat.

“Kami berharap bantuan ini dapat dijaga dengan baik,” ujarnya.

Pembangunan Rumah Singgah ini menjadi bukti nyata kepedulian dunia usaha terhadap kebutuhan masyarakat di wilayah perbatasan.

Lebih dari sekadar bangunan, Rumah Singgah ini diharapkan menjadi jembatan bagi anak-anak Ulilin untuk meraih masa depan yang lebih cerah—tanpa harus mengorbankan tenaga dan waktu di perjalanan.

Bagi warga Mutimangge dan kampung-kampung sekitar, kehadiran Rumah Singgah ini bukan hanya meringankan beban fisik, tetapi juga menumbuhkan harapan baru. Harapan bahwa pendidikan yang selama ini terasa begitu jauh, kini semakin dekat.

Penulis : HMS

Editor  : Frans Kobun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *