Doa Lintas Agama Diikuti Seluruh ASN Mengenang Berpulangnya Sekda Merauke

Pemerintahan90 views

Merauke, Suryapapua.com– Bertempat di auditorium kantor bupati Jumat (24/3) berlangsung doa lintas agama dipimpin tokoh agama dari Islam, Katolik, Protestan, Hindu dan Budha  diikuti seribuan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Merauke untuk mengenang berpulangnya almarhum Sekretaris Daerah (Sekda) Merauke, Ruslan Ramli yang dipanggil Tuhan di Rumah Sakit Mitra Keluarga Surabaya Kamis 23 Maret 2023 pukul 05.00 WIB.

Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kabupaten Merauke, H.Fadli mengaku sangat kehilangan dengan sosok almarhum Ruslan Ramli yang murah senyum dan suka menolong setiap orang  ketika dijumpai.

Sesungguhnya, menurut Fadli,  yang bernyawa pasti menemui kematian. “Minggu lalu ,saya masih bertemu  almarhum dan beliau menanyakan khabar dan saya jawab baik-baik saja,” katanya.

“Atas nama keluarga almarhum, saya menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat, kerabat maupun ASN di lingkungan Pemkab Merauke atas kesalahan  yang dilakukan baik dalam pekerjaan, tutur kata dan tindakan,” katanya.

Sebagai manusia biasa,  pasti tidak luput dari kesalahan. “Sekali lagi  mewakili almarhum dan keluarga, saya memohon maaf sebesar-besarnya dan meminta kita semua   mengikhlaskan kepergiannya,” ujar Fadli.

Bupati Merauke, Romanus Mbaraka – Surya Papua/Frans Kobun
Bupati Merauke, Romanus Mbaraka – Surya Papua/Frans Kobun

Sementara Bupati Merauke, Romanus Mbaraka dalam sambutannya menyampaikan  turut berduka cita sedalam-dalamnya atas kepergian salah satu putra terbaik  di lingkungan pemerintah setempat.

“Bahwa manusia adalah ciptaan Tuhan,  maka akan diambil kembali oleh Sang Pemilik juga,” ujarnya.

“Saya meminta kepada kita semua berdoa menurut keyakinan masing-masing untuk almarhum Ruslan Ramli,  agar mendapatkan tempat dalam kerajaan surga. Atas nama bupati,  wakil bupati, para asisten serta pejabat di OPD meminta maaf  apabila  semasa hidup,  almarhum ada kesalahan dalam tugas kesehariannya baik di lingkungan pemerintah maupun di tengah masyarakat . Sekali lagi dari lubuk hati paling dalam saya mohon maaf,” katanya.

Bupati Mbaraka menyebut, tidak ada pemimpin sempurna selain Tuhan Sang Pencipta.

Dikatakan, sebelum  almarhum menghembuskan napas terakhir, sempat meminta ijin untuk berobat, sebab sudah telat check up dari waktu yang  dijadwalkan. Sempat  berobat di RS AL, lalu  berangkat  check up di Surabaya, hanya saja sudah terlambat.

Dalam kesempatan itu, bupati menceriterakan kenangan pencapaian yang didapatkan oleh team kerja pemerintah setempat pada periode pertama (2011-2016) bersama sejumlah pejabat termasuk almarhum.

“Setelah dilantik, saya lakukan pembahasan bersama almarhum serta sejumlah pejabat lain  agar bagaimana Kabupaten Merauke bisa  mendapatkan wajar tanpa pengecualian (WTP). Karena saat itu masih wajar dengan pengecualian (WDP),” ujarnya.

“Ya, atas kerja keras almarhum dan kita semua  dalam pengelolaan keuangan, akhirnya  Merauke  mendapatkan  WTP tahun 2014,” ungkapnya.

Pencapaian lainnya, jelas Bupati Mbaraka,  tahun 2010 APBD Kabupaten Merauke berada di angka  Rp 1, 3 triliun. Atas kerja keras almarhum bersama team, hingga tahun 2013 APBD Merauke  tembus angka  Rp 2 triliun. Setahun kemudian angka t merangkak naik hingga  Rp 2, 4 triliun.

“Di Indonesia saat itu,  APBD kita paling tertinggi kedua setelah Bogor dari pendapatan. Itulah keberhasilan atau kehebatan  seorang almarhum Ruslan Ramli dan teman-teman,” katanya.

Penulis : Yulianus Bwariat

Editor    : Frans Kobun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *