Darurat Pendidikan! 9 Bulan SD Yodom-Edera, Mappi Dipalang, Anak Didik Belajar di Halaman Beralaskan Terpal

Laporan Utama172 views

Mappi, suryapapua.com– Beginilah kondisi riil yang tengah  dialami—dirasakan anak-anak di Sekolah Dasar (SD) Kampung Yodom, Distrik Edera, Kabupaten Mappi, Provinsi Papua Selatan.

Betapa tidak, kurang lebih 9 bulan terhitung Desember 2025 sampai Agustus 2026, bangunan sekolah dipalang dan tak kunjung dibuka.

Akibanya, anak-anak pun tak bisa memanfaatkan bangunan dimaksud untuk kegiatan belajar mengajar sebagaimana biasa.

Anggota Komisi III  Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi Papua Selatan, Suphia Lusiana Kwamtaghai yang membidangi Kesehatan, Pendidikan, Kepegawaian serta Kependudukan  saat dikonfirmasi wartawan Rabu (26/08/2026) membenarkan-nya.

Menurut Suphia, persoalan sesungguhnya hingga  sekolah dipalang terkait proses pemilihan Kepala Kampung Yodom.

“Sesuai laporan kepala sekolah serta masyarakat, SD Yodom sudah dipalang dari Desember 2025 sampai sekarang,” ungkapnya.

Berbagai upaya telah dilakukan kepala sekolah dengan  membangun komunikasi bersama Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mappi, Maria Goreti Letsoin, hanya saja belum ada tanggapan.

Selain itu, komunikasi intens dengan Kepala Distrik Edera maupun pastor paroki ,tetapi belum membuahkan hasil.

Persoalan sesungguhnya, demikian Suphia yakni terkait  pemilihan kepala kampung secara serentak pada Desember 2025 termasuk di Kampung Yodom.

“Ya, salah satu calon kepala kampung dalam  proses pemilihan, tak menerima kekalahan,” jelas dia.

Alasan bersangkutan tak menerima kekalahan, lantaran pemenang dalam  pemilihan Kepala Kampung Yodom menggunakan ijazah Paket C (setara SMA).

Padahal, jelasnya, ijazah paket yang digunakan pemenang untuk bertarung dalam pemilihan adalah sah.

Lalu  kandidat kalah juga mempersoalkan pemenang yang katanya nama berbeda (tidak sama)  dalam ijazah SD, SMP hingga SMA (paket), padahal sudah dilampirkan serta dijelaskan secara baik oleh panitia pemilihan.

Dari persoalan dimaksud, calon kalah membangun komunikasi bersama beberapa warga setempat yang nota bene adalah pemilik ulayat tanah SD Yodom untuk dilakukan pemalangan.

Akhirnya, sekolah dipalang sejak Desember sampai sekarang, sehingga proses belajar mengajar pun menjadi pincang.

“Anak-anak tetap sekolah seperti biasa, namun menggunakan halaman rumah warga dengan beralaskan terpal,” katanya.

Bergerak ke Yodom

Anggota DPR Provinsi Papua Selatan, Suphia Lusiana Kwamtaghai foto bersama masyarakat setempat – Surya Papua/IST
Anggota DPR Provinsi Papua Selatan, Suphia Lusiana Kwamtaghai foto bersama masyarakat setempat – Surya Papua/IST

Lebih lanjut Suphia mengatakan, oleh karena belum ada kejelasan tentang sekolah yang tak kunjung dibuka, ia pun bergerak ke Kampung Yodom beberapa waktu lalu dan melihat secara langsung.

Juga mengambil langkah melakukan mediasi dengan pelaksana tugas kepala kampung serta beberapa tokoh masyarakat setempat serta  aparat kepolisian. Hanya saja, tak mendapatkan titik terang.

“Persoalannya adalah kandidat yang kalah dalam pemilihan kepala kampung itu, tak hadir dalam pertemuan,” jelasnya.

“Saya coba bangun komunikasi dengan calon kalah dan bersangkutan meminta  pejabat dari Dinas Pendidikan Kabupaten Mappi  hadir di Kampung Yodom, sekaligus memberikan penjelasan sehubungan ijazah paket yang dikeluarkan  kepada calon pemenang pemilihan kepala kampung,” katanya.

Atas permintaan itu, Suphia meminta Kepala Distrik Edara membuat surat dan mengirim ke Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mappi agar datang di Kampung Yodom.

Hanya saja, sampai detik ini, belum ada respon pejabat di dinas tersebut, sehingga sekolah-pun tak kunjung dibuka palangnya.

“Saya baru dapat informasi tadi melalui telpon dari kepala sekolahnya kalau palang belum dibuka,” ujarnya.

“Jujur, ini adalah kegelisahan saya sebagai wakil rakyat yang memiliki tugas serta tanggungjawab besar terhadap anak didik di Kampung Yodom,” tegasnya.

Penulis : Frans Kobun

Editor   : Frans Kobun

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *