Cerita Dibalik Hilangnya Benyamin Klau di Hutan Ulilin, ‘Pemilik Jerat Babi Jadi Dewa Penyelamat’

Laporan Utama234 views

Merauke, suryapapua.com– Setelah hilang di sekitar area hutan PT BIA, perkebunan kelapa sawit di Distrik Ulilin, Kabupaten Merauke, Papua Selatan selama beberapa hari lalu, akhirnya Benyamin Klau (40) serta Nurkholis (40) ditemukan warga dalam keadaan selamat.

Namun dibalik hilangnya korban Benyamin Klau, ada cerita unik serta menarik sesuai penuturan korban sendiri.

Dari pengakuan korban kepada Pramono, salah satu personel rescue– kalau hari itu, dirinya dikejar babi dalam hutan.

Setelah selamat dari kejaran, ia (Benyamin;red) sadar sudah tersesat dalam hutan dan berusaha menyusuri tepian sungai mencari jalan keluar.

Setelah berjalan jauh, demikian Pramono mengutip pengakuan Benyamin, ia menemukan sebuah jerat babi.

Lalu ia meyakini akan di cek pemiliknya dalam waktu dekat. Sambil menunggu di sekitar dengan tidur diatas pohon saat malam, akhirnya datang juga pemilik jerat.

Perasaan senang, sedih bercampur-aduk menjadi satu. Karena dari kehadiran pemilik jerat babi, iapun dapat keluar dari hutan dan kembali hidup bersama keluarganya.

Dari rilis yang didapatkan suryapapua.com Selasa (06/10/2026), Kepala Kantor Pencarian Dan Pertolongan Merauke, Rudi menjelaskan, saat Tim SAR Gabungan sedang melakukan penyisiran pencarian kemarin, diperoleh informasi kalau Benyamin Klau telah ditemukan salah seorang warga ketika sedang memeriksa jerat babi di hutan.

Lalu jika dihitung dari lokasi kejadian awal, demikian Rudi, kurang lebih 13,29 kilometer.

“Ya, Tim SAR Gabungan langsung bergerak menuju lokasi sekaligus memastikan kondisi fisik korban,” ungkap Rudi.

Sebelum ditemukan, upaya pencarian terus dilakukan Tim SAR Gabungan dengan memaksimalkan pemanfaatan teknologi thermal drone menyisir area hutan pada malam hari.

Lebih lanjut Rudi mengatakan, korban Nurkholis ditemukan warga pada Senin pagi pukul 09.10 WIT di pinggir jalan poros perusahaan–sekitar 3 kilometer dari titik lokasi awal Benyamin hilang.

“Kita bersyukur kedua korban yang hilang di hutan, ditemukan selamat,” ungkapnya.

“Kami berharap kedepan, kejadian seperti ini tidak terjadi lagi dan semua orang yang hendak beraktifitas dimanapun, agar selalu mempertimbangkan faktor resiko dan keselamatan,” pintanya.

Dalam kesempatan itu, Rudi menyampaikan terimakasih atas dukungan seluruh unsur Tim SAR Gabungan yang terlibat di lapangan selama pelaksanaan operasi.

Unsur-unsur SAR itu diantaranya Kantor SAR Merauke, Polsek Ulilin, Koramil Ulilin, PT BIA, keluarga korban dan masyarakat setempat.

Penulis : Frans Kobun

Editor   : Frans Kobun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *