Buntut Penolakan PSN di Merauke! Keluarga Esau Kamuyen Diserang, Rumah Diobrak-Abrik, Bevak Dibakar

Laporan Utama891 views

Merauke, Suryapapua.com-Keluarga Esau Kamuyen di Kampung Nakias, Distrik Ngguti, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan yang selama ini ngotot dan atau menolak keras proyek strategis nasional (PSN) diserang sejumlah warga dari kampung lain.

Penyerangan  tidak hanya kepada keluarga Kamuyen, tetapi juga rumah diobrak-abrik kelompok itu.

Mereka yang melakukan aksi, setelah lunak dan membiarkan hutannya diluluh-lantakan.

Dari rilis yang dikeluarkan Solidaritas Merauke dan diterima suryapapua.com Selasa (17/02/2026), Teddy Wakum— juga Ketua LBH Papua-Merauke mengungkapkan, penyerangan dan pengrusakan rumah keluarga Esau Kamuyen berlangsung dari 23-24 Januari 2026.

“Sesuai hasil dari lapangan yang kami dapatkan, empat kampung lain melakukan aksi, lantaran berbeda sikap dengan marga Kamuyen yang menolak—menantang tanahnya dimanfaatkan untuk pembangunan jalan sepanjang 135 kilometer dari Wanam (Ilwayab) hingga Selauw (Muting),” ungkapnya.

LBH Papua-Merauke, demikian Wakum, mnemukan adanya unsur dugaan tindak pidana penyerobotan tanah marga, setelah digusur paksa oleh kontraktor.

Dijelaskannya, penyerangan terhadap Esau Kamuyen bersama keluarganya, awalnya terjadi 23 Januari 2026.

Seisi rumah milik Esau Kamuyen diserang sekelompok orang pada Januari 2026 lalu – Surya Papua/IST
Seisi rumah milik Esau Kamuyen diserang sekelompok orang pada Januari 2026 lalu – Surya Papua/IST

Dimana bevak (rumah singgah) yang dibangun di hutan untuk mencari nafkah diduga kuat dibakar sekelompok orang.

Lalu anak laki-laki dari Esau yakni Norton Kamuyen diancam serta dipukul.

Pada keesokan harinya, sejumlah orang yang diduga dari Kampung Yodom dan Nakias dengan membawa parang, kampak serta tombak-panah, menyerang rumah Esau.

Melihat situasi demikian, Esau mencoba mempertahankan rumah bersama keluarganya. Hanya jumlah kelompok tersebut lebih banyak, sehingga mereka memilih mengungsi ke kampung lain.

“Ya, rumah korban diobrak-abrik dan dirusaki. merusaki. Juga motor hilang, namun setelah ditelusuri berada di balai kampung,” jelasnya.

Tak puas melakukan penyerangan, kelompok dimaksud menebar ancaman pembunuhan kepada keluarga Kamuyen.

“Kami khawatir akan semakin membesar konflik sosial,” katanya dan menambahkan, warga di kampung itu kini telah mengungsi.

Terhadap konflik yang terjadi, Solidaritas Merauke mendesak kepada Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo, MRP serta DPRP segera melakukan pencegahan sehubungan sengketa kepemilikan wilayah adat Marga Kamuyen di Kampung Nakias.

Selain itu, membangun komunikasi bersama Polres Merauke dan Mappi sekaligus memastikan tidak lagi terjadi serangan serta kekerasan terhadap marga Kamuyen.

Juga pemulihan hak-hak marga Kamuyen serta mengganti aset yang telah dirusaki.

“Kami meminta Gubernur Safanpo bersama DPRP ikut memantau proses hukum yang tengah diperjuangkan marga Kamuyen di Polres Merauke,” pintanya.

Penulis : Frans Kobun

Editor   : Frans Kobun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *