Merauke, Suryapapua.com– Sangat Meriah dan dipadari umat. Begitulah gambaran suasana perayaan Kamis Putih di Gereja Katolik Santa Theresia-Buti-Merauke, Papua Selatan.
Dalam perayaan Kamis Putih itu, salah satu moment penting yakni pembasuhan kaki.
Dimana Pastor Paroki Santa Theresia Buti, Simon Petrus Matruty membasuh kaki 12 orang (pria) yang merupakan utusan dari enam lingkungan.
Pembasuhan itu untuk mengenang Yesus yang membasuh kaki para murid-NYA.
Juga sebagai simbol pelayanan rendah hati, kasih tanpa syarat serta teladan menjadi hamba—bukan penguasa sebelum Yesus akan disalibkan.
Sementara dari pantauan suryapapua.com Kamis (02/04/2026), 1.000-an umat memadati Gereja Santa Theresia Buti.

Selain di dalam, juga padatnya umat di pendopo hingga samping-kiri kanan halaman gereja. Bahkan sampai di pinggir jalan masuk.
Tampak aparat kepolisian dari Polres Merauke serta petugas Dinas Perhubungan Merauke, melakukan pengamanan termasuk mengatur lalulintas kendaraan termasuk umat yang mengikuti perayaan Kamis Putih.
Dalam khotbahnya, Pastor Sipe, panggilan akrabnya mengungkapkan, perjamuan Tuhan Yesus bersama murid-murid-NYA bukan perjamuan keputus-asaan melainkan perjamuan penuh persaudaraan dan makna.
Perjamuan, lanjut Pastor Sipe, merupakan simbol dari penyerahan hidup Yesus secara total.
Tubuh dan darahnya diberikan kepada dunia sebagai tanda keselamatan.

“Itulah ekaristi kudus kenangan kurban Salib Kristus. Pemberian Yesus yang sehabis- habisnya melambangkan pula dalam upacara pembasuhan kaki para rasul,” katanya.
Pembasuhan kaki adalah tanda cinta Tuhan yang total, sekaligus kerendahan hatinya untuk melayani.
“Simbol-simbol dalam ekaristi ini, sungguh- sungguh kita rasakan dalam liturgi malam yang meriah ini,” ungkapnya.
“Marilah kita merayakan Kamis Putih dengan perayaan meriah. Kita persembahkan seluruh hidup perjuangan, suka duka kita kepada Yesus yang mengorbankan dirinya,” pinta pastor Sipe.
Penulis : Frans Kobun
Editor : Frans Kobun






