8 Balita di Distrik Padua Terserang Diare, 3 Meninggal Dunia, 5 Dibawa ke Puskesmas Ilwayab Untuk Dirawat

Laporan Utama134 views

Merauke, suryapapua.com– Dalam kurun waktu tiga hari Senin-Rabu (19-21 Oktober 2026), dilaporkan tiga balita di Kampung Siga dan Kampung Padua, Distrik Padua, Kabupaten Merauke, Papua Selatan  meninggal dunia.

Meinggalnya ketiga balita—usia dibawah 5 tahun itu, tidak bersamaan  tetapi waktu dan hari berbeda.

Sementara dugaan penyebab meninggalnya ketiga bayi, lantaran diare setelah mengonsumsi air minum yang tidak dimasak terlebih dahulu.

Berbagai informasi yang dihimpun suryapapua.com Rabu (21/10/2026), bayi yang meninggal pertama itu berusia 1,5 tahun pada Senin 19 Oktober 2026 dan telah dikuburkan.

Lalu menyusul satu bayi meninggal. Terakhir tadi pagi (Rabu;red), satu bayi lagi meninggal.

Kepala Distrik Padua, Dominggus L. Benamen yang dihubungi melalui ponselnya membenarkan.

Menurutnya, pada Minggu (18/10/2026), ada laporan warga ke distrik kalau di Kampung Siga dan Kampung Padua, ada anak-anak muntaber dan buang air terus.

Setelah dilakukan pengecekan di dua kampung yang berdekatan itu, ternyata benar.

Hanya saja, mantri dan bidan (suami-ister) yang bertugas di Distrik Padua,  tak bisa  memberikan pertolongan lantaran sedang menjalani ibadah umroh.

“Saya minta kepada kedua medis melaporkan ke Kepala Puskesmas Ilwayab agar ada pengganti yang bisa datang tinggal sementara di Padua menangani pasien,” ungkapnya.

Hanya saja, Puskesmas Ilyawab masih  mengalami kekurangan tenaga medis. Karena harus memback-up kampung-kampung lain termasuk di Distrik Padua.

“Pada Senin (19/10/2026)  sekitar pukul 15.00 WIT,  ada bayi sekitar 1,5 tahun meninggal dunia,” katanya.

Meninggalnya bayi itu, menurut Benamen, dilaporkan secara tertulis kepada Bupati-Wakil Bupati Merauke (Yoseph Bladib Gebze-Fauzun Nihayah). Lalu diperintahkan segera melakukan pengecekan dan penanganan cepat.

Lima Bayi Dievakuasi

Lebih lanjut Benamen menjelaskan, tadi pagi, lima balita didampingi orangtuanya dievakuasi dengan speedboat dari Padua menuju Wanam—Ibukota Distrik Ilyawab guna ditangani cepat petugas medis di puskesmas.

Proses penanganan sudah dilalukan dan kini kelima bayi sedang dalam perawatan di Puskesmas Ilwayab.

Selain itu, satu mantri dari puskesmas, telah digeser ke Distrik Padua guna menangani diare.

Ditanya penyebab hingga anak-anak terserang diare, Benamen menjelaskan, akibat sulitnya mendapatkan air bersih, apalagi sedang terjadi musim kemarau panjang.

“Lalu air yang diambil-pun   bukan dimasak terlebih dahulu orangtua, tetapi  langsung diminum mentah. Akibatnya anak mengalami muntaber,” katanya.

Ditanya jumlah balita terserang diare, Benamen menambahkan, delapan anak dengan rincian, tiga meninggal dunia. Sedangkan lima lain dalam penanganan di Puskesmas Ilwayab.

“Kita sudah antisipasi setelah mengetahui satu balita meninggal hari pertama, beberapa balita yang  ikut terserang diare, hendak dibawa ke Puskesmas Ilwayab, namun orangtuanya keberatan,” ujarnya.

“Begitu ada tambahan dua meninggal, kita mengambil langkah cepat mengevakuasi lima bayi bersama orangtuanya dengan speedboat ke Puskesmas Ilwayab,” tandasnya.

Penulis : Frans Kobun

Editor   : Frans Kobun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *