Boven Digoel, Suryapapua.com– Mentari di tanah Papua belum sepenuhnya meninggi ketika Yustinus Kugou Bokripok sudah bersiap, merapikan seragam kerjanya dengan suasana hati yang senang.
Hari ini adalah hari pertama ia benar-benar menginjakkan kaki di areal Kantor Tunas Sawa Erma Group, perusahaan kelapa sawit besar yang beroperasi di Kabupaten Merauke dan Boven Digoel, Papua Selatan.
Bagi Yustinus, langkah ini merupakan awal yang besar. Sebagai Orang Asli Papua (OAP) yang tumbuh di kampung, jauh dari hiruk-pikuk industri, dirinya hanya mengenal sawit sebagai pohon yang buahnya dijual orang.
Ia tak pernah membayangkan sebelumnya kalau suatu hari dirinya akan menjadi bagian dari salah satu perusahaan industri komoditas besar di Papua.
“Jujur, saya sempat ragu dan berpikir apakah saya mampu bersaing di dunia kerja nantinya?. Tapi saya juga ingin bisa bekerja di perusahaan sebesar ini,” ujar Yustinus mengenang masa-masa sebelum bergabung.
Keraguan itu perlahan sirna saat Yustinus mengikuti serangkaian kegiatan NEO (New Employee Orientation) yang diselenggarakan TSE Group.
Program yang berlangsung selama tiga hari ini, diikuti oleh seluruh karyawan baru yang berada di unit-unit usaha perusahaan.
Selama masa orientasi yang berlangsung di ruang training Kantor TSE Group, Kampung Asiki, Distrik Jair, Kabupaten Boven Digoel, Yustinus belajar banyak hal seperti profil dan proses bisnis perusahaan tentang pengelolaan kelapa sawit yang berkelanjutan, hingga aspek keselamatan kerja yang menjadi prioritas utama perusahaan.
TSE Group memang dikenal sebagai perusahaan yang serius dalam pengembangan sumber daya manusia.
Salah satu buktinya adalah konsistensi mereka menyelenggarakan program NEO setiap tahun bagi seluruh karyawan baru.
Mohammad Fauzi, Koordinator Training TSE Group menjelaskan, kegiatan NEO selalu diadakan setiap tahun.
“Ini bukan sekadar formalitas, tapi kebutuhan. Melalui orientasi ini, kami ingin memperkenalkan sistem kerja perusahaan secara utuh,” ungkap Fauzi.
Tujuannya tidak lain agar para pekerja, terutama yang baru pertama kali berkecimpung di industri sawit, lebih memahami lingkup kerjanya. Ketika mereka paham, bisa berkontribusi dengan maksimal.
Setelah mengikuti NEO, Yustinus merasa mendapatkan insight yang positif. Bukan sekadar pengetahuan teknis tentang kelapa sawit, tetapi juga pemahaman mendalam tentang perannya sebagai bagian dari perusahaan besar yang beroperasi di tanah kelahirannya.
“Saya sangat bersyukur diberi kesempatan mengikuti NEO. Kegiatan ini menambah ilmu saya terkait industri kelapa sawit,” ungkapnya ketika dihari terakhir kegiatan NEO pada Kamis (12/02/2026).
Melalui kisah Yustinus, TSE Group membuktikan bahwa selalu memberikan kesempatan bagi anak – anak OAP diseputar area operasionalnya yang ingin bekerja dan ikut berkontribusi di industri modern.
Penulis : Fionny
Editor : Frans Kobun





