Boven Digoel, SuryaPapua.com– Nasib sial dialami Marius (71) tahun, warga Kampung Kanggewot, Distrik Waropko, Kabupaten Boven Digoel Sabtu (8/10) setelah diserang dan digigit babi hutan.
Akibat serangan dan gigitan itu, Marius mengalami luka serius di beberapa bagian tubuhnya. Bahkan organ vital di bagian kiri, digigit hingga mengalami pendaharan serius.
Dari rilis Pasiter Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 725-/Woroagi Lettu Czi Reynald Ricardo Pontoh yang diterima Surya Papua Minggu (9/10) dijelaskan, pada Sabtu kemarin sekitar pukul 18.00 WIT, Sara (25) tahun mendatangi Pos Koki A Satgas Yonif 725/Woroagi yang berada dibawah naungan Kolakops Korem 174/Atw meminta bantuan, lantaran ayahnya diserang babi hutan.
Setelah dikonfirmasikan lagi kepada Dankipur A, Lettu Inf Fuad dibenarkan juga musibah tersebut.
Lalu, jelas Pontoh, Pos Koki A Kanggewot dipimpin Dankipur A Lettu Inf Fuad memerintahkan bintara kesehatan dan delapan orang anggota mengevakuasi korban menuju Puskesmas Waropko guna mendapat perawatan lebih lanjut.
Sebelum dibawa ke puskesman, tim memberikan pertolongan pertama berupa pemasangan cairan infus, pembersihan luka serta menjahit luka sobek pada bagian kepala, badan, tangan dan kaki.
Sara, anak korban menyampaikan banyak terimakasih atas kesigapan Satgas-Pamtas memberikan dan membantu ayahnya yang diserang dan digigit babi hutan.
“Puji Tuhan dan terima kasih bapak-bapak di pos yang telah membantu dan menolong bapak saya,” ujarnya.
Dansatgas Yonif 725/Woroagi, Letkol Inf Syafruddin Mutasidasi menambahkan, dengan kehadiran Satgas Yonif 725/Woroagi dapat memberikan manfaat bagi masyarakat setempat.
“Harapannya dengan adanya kedatangan Satgas Yonif 725/Woroagi di Merauke dan Boven Digoel, memberikan dampak positif bagi masyarakat setempat, juga selalu siap sedia membantu mengatasi kesulitan-kesulitan yang dihadapi,” ungkapnya.
Penulis : Frans Kobun
Editor : Frans Kobun