Merauke, Suryapapua.com– Sembilan daerah di Indonesia dipilih untuk dilaksanakan Seminar Natal Nasional 2025.
Daerah-daerah itu diantaranya Bandung, Manado, Medan, Palangkaraya, Ruteng, Ambon, Merauke serta Toraja.
Ketua Tim Kerja Seminar Natal Nasional Kabupaten Merauke, Yosias Selitubun yang dihubungi suryapapua.com melalui telpon selulernya Jumat (19/12/2025) mengungkapkan, Kabupaten Merauke dipilih menjadi tempat pelaksanaan seminar, tidak terlepas dari usulan-masukan dari Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP-PMKRI) dibawah ‘nahkoda’ Susana Kandaimu.
Pelaksanaan seminar sehari, demikian Yosias, telah dilangsungkan 17 Desember 2025 di Aula Pangkat Kelapa Lima dengan menghadirkan tiga pembicara dari Jakarta yakni Ketua PP PMKRI, Susana Kandaimu, Dosen Unika Atma Jaya Jakarta, Dr. Yanti Fristikawati, SH, M.Hum serta Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia (PGLII), Pdt. Tommy O.Lengkong, M.Th
Sedangkan pembicara lokal yakni Kabag Ops Polres Merauke, AKP Irwanto Sawal, Kadis Kominfo Kabupaten Merauke, Thomas Kimko, Ketua Komisi Keluarga Keuskupan Agung Merauke serta Ketua LSM Harmoni Alam Papua.
Sementara peserta adalah dari berbagai organisasi baik intra maupun ekstra kampus seperti PMKRI, GMKI, Pemuda Katolik, Pemuda Gereja baik Katolik maupun Protestan serta OMK dalam wilayah Kevikepan Merauke.
Dalam seminar, beberapa point penting disampaikan pembicara Jakarta maupun lokal.
Lebih khusus lagi, jelasnya, sasaran di Merauke terkait keluarga yang diharapkan tak membiarkan anak-anak tumbuh dan berkembang sendiri, tetapi harus diperhatikan keluarga.

“Mengapa, karena faktanya banyak anak berkeliaran dan menggeluti pekerjaan sebagai pemulung, pengisap lem aibon serta petugas parkir dadakan. Tentu ini menjadi keprihatinan bersama,” ungkapnya.
Khusus kamtibmas, menurutnya, anak muda harus jadi pionor baik di lingkungan keluarga dan masyarakat.
“Ya, tidak dapat dipungkiri kalau belakangan, banyak anak muda minum mabuk—-membuat kekacauan hingga mengganggu aktivitas masyarakat,” tegasnya.
Khusus pembicara Thomas Kimko yang juga Kadis Kominfo Kabupaten Merauke, selain adalah pejabat Papua, beliau membedah lebih mendalam tentang wirausaha.
“Tidak dapat dipungkiri kalau Thomas Kimko yang nota bene adalah Pejabat Papua, sudah berhasil dalam menjalankan usaha bisnis selama ini,” katanya.
Jadi, jelasnya, Kimko memberikan motivasi kepada anak muda memulai merintis usaha dan ia siap membantu-memback up.
“Tidak perlu terlalu berharap kerja di kantoran sebagai aparatur sipil negara (ASN), tetapi mengelola potensi di Kabupaten Merauke yang berlipat ganda untuk menghasilkan uang,” tandasnya.

Harapannya agar pemerintah memberikan perhatian serta mendengar apa yang menjadi suara masyarakat, terlait pembabatan hutan.
“Tentu kita semua berharap agar peristiwa yang terjadi di Aceh serta Sumatera, jangan sampai terjadi di Merauke, akibat pembabatan hutan,” katanya.
Diakhir pejelasannya, Yosias menambahkan, pelaksanaan Seminar Natal Nasional akan ditutup di Jakarta 3 Januari 2026.
Lalu perayaan Natal Nasional bersama dilangsungkan 5 Januari 2026 di Jakarta juga.
Selain seminar Natal Nasional, panitia melaksanakan bhakti sosial berupa bantuan langsung yang diberikan kepada korban yang terdampak bencana di Sumatera Barat, Sumatera Utara serta Aceh.
Penulis : Frans Kobun
Editor : Frans Kobun





