Seminar Natal Nasional Digelar di Merauke, Yosias Selitubun: Usulan PP PMKRI Dibawah ‘Nahkoda’ Susana Kandaimu

Laporan Utama575 views

Merauke, Suryapapua.com– Sembilan daerah di Indonesia dipilih untuk dilaksanakan Seminar Natal Nasional 2025.

Daerah-daerah itu diantaranya  Bandung, Manado, Medan, Palangkaraya, Ruteng, Ambon, Merauke serta Toraja.

Ketua Tim Kerja Seminar Natal Nasional Kabupaten Merauke, Yosias Selitubun yang dihubungi  suryapapua.com melalui telpon selulernya Jumat (19/12/2025) mengungkapkan, Kabupaten Merauke dipilih menjadi tempat pelaksanaan seminar, tidak terlepas dari usulan-masukan dari  Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP-PMKRI) dibawah ‘nahkoda’ Susana Kandaimu.

Pelaksanaan seminar sehari, demikian Yosias, telah dilangsungkan  17 Desember 2025 di Aula Pangkat Kelapa Lima dengan menghadirkan tiga pembicara dari Jakarta yakni Ketua PP PMKRI, Susana Kandaimu, Dosen Unika Atma Jaya Jakarta,  Dr. Yanti  Fristikawati, SH, M.Hum serta Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia (PGLII), Pdt. Tommy  O.Lengkong, M.Th

Sedangkan pembicara lokal yakni Kabag Ops Polres Merauke, AKP Irwanto Sawal,  Kadis Kominfo Kabupaten Merauke, Thomas Kimko, Ketua Komisi Keluarga Keuskupan Agung Merauke serta Ketua LSM Harmoni  Alam Papua.

Sementara peserta  adalah dari berbagai organisasi baik intra maupun ekstra kampus seperti PMKRI, GMKI, Pemuda  Katolik, Pemuda Gereja  baik Katolik maupun Protestan serta OMK  dalam wilayah Kevikepan Merauke.

Dalam seminar, beberapa point penting disampaikan pembicara Jakarta maupun lokal.

Lebih khusus lagi, jelasnya, sasaran di Merauke terkait keluarga yang diharapkan  tak membiarkan anak-anak tumbuh dan berkembang sendiri, tetapi  harus diperhatikan keluarga.

Ratusan peserta yang mengikuti Seminar Nasional di Aula Pangkat Kelapa Lima – Surya Papua/IST
Ratusan peserta yang mengikuti Seminar Nasional di Aula Pangkat Kelapa Lima – Surya Papua/IST

“Mengapa, karena faktanya banyak anak berkeliaran dan menggeluti pekerjaan  sebagai pemulung, pengisap lem aibon serta petugas parkir dadakan. Tentu ini menjadi keprihatinan bersama,” ungkapnya.

Khusus kamtibmas, menurutnya, anak muda harus jadi pionor baik di lingkungan keluarga dan masyarakat.

“Ya, tidak dapat dipungkiri kalau belakangan, banyak anak muda minum mabuk—-membuat kekacauan hingga mengganggu aktivitas masyarakat,” tegasnya.

Khusus pembicara Thomas Kimko yang juga Kadis Kominfo Kabupaten Merauke, selain adalah pejabat Papua, beliau membedah lebih mendalam tentang wirausaha.

“Tidak dapat dipungkiri kalau Thomas Kimko yang nota bene adalah Pejabat Papua, sudah berhasil dalam menjalankan usaha bisnis selama ini,” katanya.

Jadi, jelasnya, Kimko memberikan motivasi kepada anak muda  memulai merintis usaha dan ia siap membantu-memback up.

“Tidak perlu terlalu berharap kerja di kantoran sebagai aparatur sipil negara (ASN), tetapi mengelola potensi di Kabupaten Merauke yang berlipat ganda untuk menghasilkan uang,” tandasnya.

Foto bersama para pembicara di sela-sela seminar di aula Pangkat Kelapa Lima – Surya Papua/IST
Foto bersama para pembicara di sela-sela seminar di aula Pangkat Kelapa Lima – Surya Papua/ISTSementara dari LSM Harmoni Alam Papua menyoroti alam Merauke yang sedang tak baik-baik, setelah PSN masuk dengan melakukan pembabatan hutan milik masyarakat Marind.

Harapannya agar pemerintah memberikan perhatian serta mendengar apa yang menjadi suara masyarakat, terlait pembabatan hutan.

“Tentu kita semua berharap agar peristiwa yang terjadi di Aceh serta Sumatera, jangan  sampai terjadi di Merauke, akibat pembabatan hutan,” katanya.

Diakhir pejelasannya, Yosias menambahkan, pelaksanaan Seminar Natal Nasional akan ditutup di Jakarta  3 Januari 2026.

Lalu perayaan Natal Nasional bersama dilangsungkan 5 Januari 2026  di Jakarta juga.

Selain seminar Natal  Nasional, panitia melaksanakan bhakti sosial berupa bantuan langsung yang diberikan kepada korban yang terdampak bencana di Sumatera Barat, Sumatera Utara serta Aceh.

Penulis : Frans Kobun

Editor   : Frans Kobun

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *