Merauke, Suryapapua.com– Pelaksanaan Safari Ramadhan 1446 H yang merupakan hajatan tiap tahun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merauke dilaksanakan di 20 titik.
Dimana pada titik pertama di Sota dan terakhir dilangsungkan di Masjid At-Taqwa Seringgu Kamis (27/03/2025) sekaligus ditutup secara resmi oleh Bupati Merauke, Yoseph Bladib Gebze.
Dari pantauan suryapapua.com, tampak hadir ratusan umat Islam memadati halaman masjid setempat, juga Bupati-Wabup Merauke, Yoseph Bladib Gebze-Fauzun Nihayah, Sekretaris Daerah, Yeremias Paulus Ndiken, anggota Komisi IV DPR RI, Sulaeman Hamzah, anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Perwakilan Papua Selatan, Gus Adib Fuad, pejabat dari setiap organisasi perangkat daerah (OPD) serta tamu-undangan lain.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Merauke, Yoseph Bladib Gebze menyerahkan bantuan dana senilai Rp10 juta kepada pengurus Masjid At-Taqwa.
Bantuan serupa diberikan anggota DPR RI, Sulaeman Hamzah Rp10 juta. Lalu anggota DPD RI, Gus Adib Fuad Rp 20 juta. Dimana Rp 10 juta untuk pengurus masjid serta Rp10 juta kepada para jamaah.
Dalam sambutannya, Bupati Bladib Gebze meminta agar silaturahmi harus terus dijaga bersama sebagai modal utama serta aset dalam keberagaman di Kabupaten Merauke.
Kegiatan Safari Ramadhan yang dimulai dari Distrik Sota beberapa waktu lalu, hari ini resmi ditutup di Masjid At- Taqwa Seringgu.

“Saya ingin katakan bahwa di Seringgu telah membaur warga Nusantara. Ada juga orang Papua beragama Islam, selain di Gudang Arang,” ungkapnya.
Tentu ini suatu tanda bahwa ada silaturahmi yang terjalin dari dulu hingga sekarang. Lalu menjadi aset serta modal sosial agar terus membangun komunikasi bersama seluruh stakeholder serta pemangku kepentingan.

Tinggalkan Perbedaan
Lebih lanjut Bupati Bladib Gebze mengungkapkan, kehadiranya bersama Wabup Fauzun Nihayah disini adalah pertama kali setelah pelaksanaan Pilkada tahun lalu.
“Mungkin saja diantara kita ada yang memiliki pilihan berbeda, saya kira itu bagian pembelajaran demokrasi,” jelasnya.
Lalu, katanya, jika pada Pilkada lalu ada 01,02,03 dan 04, maka hari ini tidak ada lagi. “Kami menjadi Bupati-Wabup Merauke untuk semua rakyat. Jika masih ada klaim saya dari kubu ini dan itu, dengan kerendahan hati saya memohon ditinggalkan,” pintanya.

“Sudah saatnya kita bahu membahu dan bergandengan tangan, gotong royong membangun Merauke kedepan lebih baik,” pintanya lagi.
Tentu saja peran ulama-tokoh agama serta tokoh masyarakat dan stakeholder lain, sangat diharapkan dalam mengelola agar situasi tetap kondusif serta pembangunan dapat berjalan sebagaimana biasa sesuai harapan semua orang.
Kepala Distrik Merauke, Arnold Rudolf dalam kesempatan itu menghimbau kepada seluruh warga agar dalam suasana bulan Suci Ramadhan, semua menjaga ketertiban dan ketenteraman.
Selain umat Islam menjalani ibadah puasa, juga yang beragama Nasarani sedang memasuki Masa Prapaskah.
“Ya, dengan moment dimaksud, kita sama-sama menjaga kerukunan antar umat beragama sekaligus tetap menjalin tali silaturahmi, karena Hari Raya Idul Fitri tinggal menghitung hari,” ujarnya.

“Sekali lagi untuk kita semua tetap hidup rukun dan damai, sekaligus bergandengan tangan membangun daerah yang dicintai ini,” katanya.
Penulis : Frans Kobun
Editor : Frans Kobun