Merauke, Suryapapua.com– Pencarian enam anak buah kapal (ABK) KM Bintang Laut, kapal cumi-cumi yang tenggelam di laut Arafura beberapa hari lalu oleh Tim SAR Gabungan, belum membuahkan hasil.
Hal itu diakibatkan oleh cuaca buruk akibat gelombang besar di tengah laut disertai angina kencang.
Untuk diketahui, kapal dengan 19 ABK itu, 13 lain termasuk satu meninggal dunia, telah dievakuasi ke dermaga Kumbe dua hari lalu. Sedangkan enam lain masih dalam pencarian.
Tim SAR Gabungan yang melakukan pencarian diantaranya Sat Polairud Polres Merauke, Basarnas Merauke serta Kodaeral XI.
Pencarian dilaksanakan Minggu 25 Januari 2026 sejak pukul 07.30 WIT dengan titik keberangkatan dari Pelabuhan Perikanan Merauke.
Dari rilis yang diterima suryapapua.com Senin (26/01/2026), Kasi Operasi Basarnas Merauke, Mathius Amba Rura mengungkapkan, tim yang bergerak melakukan pencarian menggunakan Kapal KN SAR Merauke 223 serta satu unit LCR (perahu karet).
Dalam kegiatan pencarian, demikian Mathius, kondisi cuaca di laut dilaporkan memburuk.
Kapal KN SAR Merauke 223, jelasnya, hanya mampu mencapai jarak 6,89 mil dari titik awal pencarian dan terpaksa berbalik arah menghindari risiko keselamatan.
Lalu, tim melakukan upaya penyisiran lanjutan di sekitar wilayah pesisir menggunakan LCR Basarnas. Namun hingga sore hari hasil pencarian masih nihil.
Kapal-pun bersama tim kembali bersandar di Pelabuhan Perikanan Merauke untuk selanjutnya akan lakukan pencarian lagi hari ini.
Penulis : Frans Kobun
Editor : Frans Kobun





