Lukas Leu Apelaby, 14 Tahun Mengabdi Sebagai Guru di SD YPPK Wayau, Wabup Merauke: Luar Biasa Dedikasinya!

Laporan Utama611 views

Merauke, Suryapapua.com-Wakil Bupati Merauke, Fauzun Nihayah memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada  Lukas Leu Apelaby yang mendharma-baktikan dirinya secara total selama 14 tahun sebagai guru (kepala sekolah) untuk anak-anak di SD Yayasan pendidikan Persekolahan Katolik (YPPK) Wayau, Distrik Anim Ha.

Hal itu disampaikan Wabup Fauzun saat dihubungi suryapapua.com melalui telpon selulernya Jumat (23/01/2026).

Dikatakannya, kalau masyarakat Malind di Kampung Wayau serta Kaliki melepas secara adat, itu berarti adanya pengakuan mereka akan ketulusan Lukas Leu Apelabi mengabdikan diri secara sunguh-sungguh selama belasan tahun disana.

“Bagi saya, luar biasa kalau Pak Lukas Leu dilepas secara adat oleh masyarakat Malind, setelah memasuki masa pensiun,” jelasnya.

Lebih lanjut Wabup Fauzun  kembali memberikan apresiasi kepada Lukas Leu, lantaran telah mendedikasikan diri untuk dunia pendidikan.

“Harus diakui Kampung Wayau adalah daerah cukup jauh dan pasti beliau dengan segala konsekwensi serta perjuangan mengabdikan diri ditempat tugas, apalagi jarang turun kota,” ungkapnya.

“Saya kira apa yang telah dilakukan Pak Lukas, harus menjadi contoh bagi guru lain, karena itu merupakan bagian dari sumpah sebagai seorang ASN dalam melaksanakan tugas dengan penuh tanggungjawab,” tandasnya.

Untuk mencerdaskan anak-anak Papua, demikian Wabup Fauzun, tidak hanya soal  fasilitas. Lebih dari itu, guru  harus stand-bay di tempat tugas.

“Ya, tidak dapat dipungkiri jika daerah jauh serta  akses susah, kalau guru sudah turun kota pasti bisa sebulan bahkan lebih,” kritiknya.

Ditambahkan Wabup Fauzun,  kalau ia akan bertemu langsung dengan Lukas Leu Apelaby menyampaikan ucapan terimakasasih secara langsung atas tugas mulia yang dijalankan selama 14 tahun sebagai seorang guru di Kampung Wayau.

Diberitakan sebelumnya, Lukas Leu Apelaby, guru sekaligus Kepsek SD Wayau, secara resmi dilepas oleh masyarakat Malind dari Kampung Wayau serta Kaliki melalui seremoni adat, setelah memasuki masa pensiunnya terhitung 31 Desember 2025.

Penulis : Frans Kobun

Editor   : Frans Kobun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *