Merauke, Suryapapua.com– Wakil Gubernur Papua Selatan, Paskalis Imadawa menyebut, saat ini kondisi keuangan di lingkungan Pemerintah Provinsi Papsel sedang minim.
Dengan demikian, sulit untuk membantu lembaga-lembaga keagamaan yang ada.
Hal itu disampaikan Wagub Imadawa ketika berdialog sekaligus safari ramadhan di Masjid Al Munawaroh,Ponpes Al- Munawaroh, Kampung Mimi Baru,Distrik jagebob-kemarin.
Dalam kesempatan tersebut, Wagub Imadawa mengajak warga setempat menghantar anaknya ke pondok pesantren. Karena cikal bakal anak menuju Indonesia emas pada 2045— salah satunya di Ponpes.
“Zaman kini sudah tak baik—- dalam arti ketika orangtua memaksa membina dan mendidik anak-anaknya, pasti gagal. Saya rekomendasikan pasti gagal, karena bukan waktunya lagi orangtua membimbing anak. Kini tempatnya layak di ponpes,” ujarnya.
Bagi Wagub Imadawa, orangtua zaman sekarang baru berpikir satu cara, anak anak telah berpikir 1.000 cara.
“Jadi, kalau ortu berkehendak anaknya berperilaku dan moral baik, maka hantarlah ke Ponpes,” pintanya.
Dia meyakini kedepan anak-anak di Ponpes bakal menjadi handal. Sekaligus membantu menjawab tantangan di Provinsi Papua Selatan.
Ponpes Al Munaworoh, jelasnya, menjadi cikal bakal dan se-percik cahaya untuk Papua Selatan.
Para santriawan-satriwati bakal menjadi sinar untuk keluarga, rekan-rekan di kelas baik ditingkat SMP-SMA hingga perguruan tinggi.
Ditambahkannya, makna dari melaksanakan ibadah puasa diantaranya sarana untuk bertaqwa kepada Allah SWT, menjauhi apa yang dilarang serta melaksanakan apa yang diperintahkan.
“Menjadikan ibadah puasa ini dengan bagimana mendekatkan diri kepada Allah SWT. Itu sebenarnya ibadah puasa,”katanya.
Usai memberikan sambutan, Wagub Paskalis Imadawa menyalurkan sembako secara simbolis kepada perwakilan santri—santriwati.
Penulis : Frans Kobun
Editor : Frans Kobun






