Mappi, Suryapapua.com– Dalam kunjungannya ke Kabupaten Mappi sekaligus safari ramadhan, Wakil Gubernur Papua Selatan, Paskalis Imadawa membuka ruang dialog serta mendengar secara langsung keluhan masyarakat.
Khusus di Kampung Yagatsu, Distrik Haju, Kabupaten Mappi, berbagai persoalan diutarakan mulai dari pendidikan, transportasi, penerangan (listrik) dan lain-lain.
Pertemuan yang berlangsung di aula kantor distrik dihadiri ratusan masyarakat kemarin itu, Kepala Distrik Haju, Tarsis Regoi melaporkan, wilayah-nya meliputi 19 kampung dihuni tiga suku besar.
“Memang sejumlah fasilitas dasar telah tersedia seperti UPTD puskesmas dan sekolah menengah pertama (SMP). Hanya saja dukungan pembangunan dari pemerintah setempat belum maksimal,” ungkapnya.
Haju, menurutnya, adalah distrik lama yang kemudian melahirkan Distrik Asue. Sesuai nrenaca juga akan dimekarkan lagi menjadi tiga distrik baru.
Dia mengungkapkan, harapan masyarakat asli Papua agar dana Otonomi Khusus (Otsus) dapat dirasakan langsung, mengingat distrik dimaksud didominasi OAP.
Hal lain disampaikan yakni infrastruktur agar turut menjadi perhatian. Untuk kantor distrik-nya, masih bangunan lama sejak wilayah itu berada di bawah administrasi Kabupaten Merauke.
“Akses jalan juga sulit dan paling dirasakan masyarakat adalah kebutuhan penerangan. Banyak kampung belum menikmati aliran listrik secara merata,” jelasnya.
Pastor Paroki Haju, Yakobus Java mengaku, bertahun-tahun masyarakat belum menikmati aliran listrik.
“Pendidikan pun memprihatinkan, termasuk masih banyak anak belum bisa membaca,” katanya.
“Kami juga belum menggunakan bangunan gereja yang telah selesai dua tahun silam, lantaran belum adanya kursi maupun bangku,” katanya.
Menanggapi-nya Wakil Gubernur Papua Selatan, Paskalis Imadawa mengaku, kunjungannya ke Distrik Haju merupakan bagian dari agenda resmi pemerintah provinsi dalam rangka safari ramadhan.
“Safari ramadan adalah agenda pemerintah provinsi. Kami datang untuk mendengar langsung kondisi masyarakat,” ujarnya.
Wagub Imadawa menyebut program kampung terang sebelumnya telah dilaksanakan di Boven Digoel dan bakal diterapkan di Kabupaten Mappi tahun ini.
Pemprov Papua Selatan, jelasnya, akan memberi perhatian lebih kepada Mappi, meskipun masih menghadapi keterbatasan anggaran.
“Memang selama dua tahun terakhir terjadi efisiensi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Papua Selatan,” ungkapnya.
Dari total anggaran sekitar Rp900 miliar—-yang dapat digunakan hanya sekira Rp700 miliar. Lalu sebagian besar dialokasikan untuk pembayaran gaji serta insentif mereka.
Sisa dana sekitar Rp200 miliar, harus dibagi ke seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk menjalankan program pembangunan. Selain itu, hibah sekitar Rp16 miliar-pun telah dialokasikan.
Penulis : Frans Kobun
Editor : Frans Kobun





